Jelang Kongres Luar Biasa (KLB), nama Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) muncul sebagai kandidat calon Ketua Umum. Usulan itu diajukan oleh 25 DPD Partai Demokrat di Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Namun, SBY masih belum menentukan sikapnya atas usulan tersebut.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Jhonny Allen Marbun, menjasi salah satu elite partai yang ingin menjadikan SBY sebagai Ketua Umum Demokrat. Dengan demikian, keberadaan SBY di puncak kepemimpinan partai dapat mendorong sinkronisasi kebutuhan, terutama untuk menentukan Daftar Caleg Sementara (DCS) kepada KPU.
"KLB sekarang mengisi kekosongan ketum, itu poinnya karena masalah DCS. Ada hal lain itu sinkronisasi kebutuhan," kata Jhonny di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (26/3).
Anggota Komisi VII DPR ini menegaskan, jika dalam KLB nanti SBY terpilih menjadi ketua umum. Maka, kata dia, kebutuhan partai dalam rangka optimalisasi sudah terpenuhi.
"Kalau sudah dijawab di Bali atas permintaan daerah, beliau mau turun gunung tentu ada sinkronisasi kebutuhan dalam rangka optimalisasi apabila beliau mau sesuai usulan daerah. Ada penyelarasan," imbuhnya.
Namun demikian, dia enggan menyebutkan apa saja penyelarasan tersebut jika memang SBY menjadi ketua umum menggantikan Anas Urbaningrum.
"Penyelarasan itu berbagai macam, akan dibahas di kongres. Tapi sampai sekarang masih permintaan, pemikiran. akan dirumuskan di KLB," tegas dia.
Sementara itu, baik atau tidaknya seorang ketua umum dan Sekjen partai di sebuah partai dijabat oleh satu keluarga. Jhonny mengatakan akan membahas hal itu juga di dalam KLB. Seperti diketahui, saat ini Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Demokrat dijabat oleh putra bungsu SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).
"Saya belum melihat seperti itu, nanti di Bali akan ada penyelarasan. Jangan berpraduga sesuatu yang kita tidak tahu," ungkapnya.
Dia pun merasa yakin, desakan dan permintaan dari kader di daerah akan dijawab oleh SBY saat KLB 30-31 Maret di Bali besok.
"Daerah meminta, beliau akan menjawab di Bali," tandasnya.