Manuver Patrialis Akbar di berbagai lembaga negara

Kini, Patrialis kembali menjajal seleksi calon hakim konstitusi, jabatan yang pernah gagal diraihnya pada 2009.

Laurencius Simanjuntak
Oleh Laurencius Simanjuntak - Reporter
Manuver Patrialis Akbar di berbagai lembaga negara
Patrialis Akbar. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Nama Patrialis Akbar kembali muncul ke permukaan. Kali ini, dia menjadi calon hakim konstitusi yang akan diseleksi Komisi III DPR untuk menggantikan Mahfud MD, yang habis masa jabatannya 1 April mendatang.Kemunculan Patrialis sebagai calon hakim konstitusi kali ini tidak mengagetkan, karena dia memang kerap bermanuver masuk-keluar lembaga negara. Tak sedikit pula, lembaga negara yang gagal dimasukinya.Patrialis mulai muncul di panggung nasional saat terpilih menjadi anggota DPR periode 2004-2009, melalui Partai Amanat Nasional (PAN). Selama satu periode di Senayan, sarjana hukum dari Universitas Muhammadiyah Jakarta ini duduk di Komisi Hukum DPR.Di akhir masa jabatannya sebagai anggota DPR 2004-2009, Patrialis pernah menjajal calon hakim konstitusi pada 2009 untuk menggantikan Jimly Asshiddiqie. Namun saat itu, meski diseleksi oleh rekannya sendiri di Komisi III DPR, mantan advokat itu nyatanya gagal duduk di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Habis masa jabatan di DPR, Patrialis kemudian mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sumatera Barat periode 2009-2014. Namun dia gagal. Dari empat kursi yang tersedia, perolehan suara Patrialis berada di urutan kelima.Gagal lolos ke Senayan, karier politik Patrialis malah moncer. Dia terpilih menjadi Menteri Hukum dan HAM dalam Kabinet Indonesia Bersatu II. Namun nahas, dia terkena perombakan (reshuffle) kabinet pada 18 Oktober 2011.Kini, hampir dua tahun vakum dari jabatan publik, Patrialis kembali menjajal seleksi calon hakim konstitusi, jabatan yang pernah gagal diraihnya pada 2009. Jika dulu Patrialis gagal untuk menggantikan Jimly, sekarang dia ingin menjajal peruntungan untuk kursi yang ditinggalkan Mahfud MD. Apakah kali ini Patrialis akan sukses? Jika ya, dia akan menyamai rekor Mahfud MD sebagai seorang yang pernah duduk di tiga lembaga sekaligus: parlemen, kabinet dan MK. Namun, jika gagal, kader PAN ini harus rela dicap sebagai job seeker yang kembali gagal di 'perusahaan' yang sama.

Rekomendasi