Ruhut: Anas karamlah bersama antekmu, jangan bawa Demokrat

Ruhut kembali meminta Anas mundur dari posisi ketua umum.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Ruhut: Anas karamlah bersama antekmu, jangan bawa Demokrat
Anas-Ruhut. ©2012 Merdeka.com

Untuk melakukan pembenahan, Partai Demokrat melakukan langkah cepat. Salah satunya dengan menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dalam rangka penandatanganan pakta integritas bagi seluruh kader partai.Dalam Rapimnas, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah mengimbau kepada seluruh kader agar bekerja keras dan solid demi pemenangan Demokrat di Pemilu 2014.SBY juga mengimbau kader Demokrat tak saling serang dan membuat pernyataan yang merugikan partai. Namun imbauan SBY tak membuat politikus Demokrat, Ruhut Sitompul berhenti bersuara. Ruhut malah dengan tegas meminta agar Anas Urbaningrum mundur dari kursi ketua umum. Dia menilai, jika Anas tetap menjabat sebagai ketua umum, partai berlambang Mercy itu tidak akan pernah kembali mendapatkan simpati rakyat, terlebih lagi waktu Pemilu sudah semakin dekat."Anas harus legowo mundur. Kalau dia mundur baru kami KLB. Capek kami nunggu KPK. Jelas kami tersandera. KPK bilang bukti belum lengkap, ini yang tersandera," kata Ruhut di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (19/2).Dia pun membantah jika desakannya kepada Anas untuk segera mundur mendapat kecaman dari SBY. Sebab, pernyataannya itu langsung ditujukan kepada Anas, berbeda dengan pernyataan Ulil Abhsar Abdalla yang meminta SBY untuk menonaktifkan Anas."Mereka (Ulil) beda dengan aku. Aku head to head dengan Anas. Makanya aku minta dia legowo mundur, bukan kuminta SBY untuk mencopot Anas," katanya.Ruhut bahkan menyatakan agar Anas tak membawa Demokrat karam. "Kawan, kalau karam, karamlah sendiri. Karamlah bersama antek-antekmu. Jangan bawa partai kami ikut karam" tegas dia.

Rekomendasi