Ruhut membantah teguran SBY karena minta Anas mundur

Ruhut mengklaim, tidak satupun petinggi partai yang menegur dirinya.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Ruhut membantah teguran SBY karena minta Anas mundur
ruhut dan anas. ©2012 Merdeka.com/dok

Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul membantah adanya teguran yang dilayangkan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Teguran irtu dilakukan akibat Ruhut kerap meminta Ketua Umum Anas Urbaningrum lengser dari jabatannya.Ruhut mengatakan, meski sering kali pernyataan itu muncul di media untuk mendesak Anas mundur. Hingga kini, kata dia, tidak satu pun petinggi partai yang menegur dirinya.Bahkan dia menantang dan mengklaim, tidak satu pun orang Partai Demokrat yang berani menegurnya."Aku tanya sama kalian, ada yang pernah negur Ruhut? Aku tetap ingin legowo Anas mundur," jelas Ruhut di Gedung DPR, Jakarta, Senin (18/2).Meski Anas tidak dilengserkan, Ruhut mengaku puas dengan hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang digelar Demokrat kemarin. Dia memilih untuk menunggu kinerja KPK terkait kejelasan status Anas dalam kasus Hambalang."Aku puas, kita tunggu saja KPK dong," imbuhnya.Seperti yang diberitakan sebelumnya, Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Ahmad Mubarok menyatakan bahwa SBY telah menegur dua kadernya yang ngotot untuk meminta Anas mundur dari jabatannya. Yakni, Ketua Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat Ulil Abshar Abdallah dan Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul.Menurut Mubarak, Ruhut ditegur secara lisan SBY karena ngotot agar Anas mundur dari jabatannya dengan langsung menyampaikan ke publik, langkah itu dia lakukan tanpa berbicara terlebih dahulu ke internal partai."Teguran lisan (kepada Ulil), Ruhut juga ditegur pak SBY langsung karena dia enggak menyampaikan di dalam tapi disampaikan ke luar," kata Mubarok.

Rekomendasi