Desakan untuk melengserkan Anas Urbaningrum dari kursi ketua umum Partai Demokrat tak hanya muncul dari elite senior. Beberapa kaum muda partai itu pun meminta agar Majelis Tinggi Partai untuk segera menunjuk nahkoda baru menggantikan Anas.Seruan ini muncul dari Ketua Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat Ulil Abshar Abdalla. Menurutnya penunjukan nahkoda baru harus segera dilakukan sebelum Demokrat karam di 2014.Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC Cilacap Partai Demokrat Tri Dianto mengatakan, tidak pantas seorang Ulil yang dikenal sebagai seorang ilmiah berbicara seperti itu. Terlebih lagi, kata dia, Ulil adalah orang baru di partai."Ulil kalau mau ngomong tentang Demokrat suruh hafal Mars Demokrat dan Hymne Demokrat dulu. Masak hafal aja belum kok sudah bicara Demokrat," jelas Tri kepada merdeka.com, Sabtu (16/2).Tri pun kaget ketika mendengar seorang Ulil mengimbau kepada Majelis Tinggi Partai untuk segera mencari ketua umum yang baru. Sebab, lanjut dia, Ulil merupakan seorang ilmiah yang biasanya selalu bicara berdasarkan nilai-nilai keilmuan dan konstitusi."Saya sayang kan Ulil seorang tokoh ilmiah yang selalu berbicara berdasarkan nilai-nilai ilmiah dan konstitusional kok sekarang berbicara seperti itu," imbuhnya.Selain itu, Tri pun menduga ada kepentingan lain di balik ucapan Ulil yang mendesak agar Anas Urbaningrum dicopot dari jabatannya. Bahkan dia menyebut bahwa Ulil penumpang gelap dari partai lain."Mas Ulil berbicara berdasarkan tafsir, dan saya tidak tahu apakah pemikiran ini tafsir dari pemikiran sendiri atau pemikiran orang. Saya yakin dia di Demokrat sebagai penumpang gelap karena saya lihat dia dekat dengan seseorang di luar Demokrat yang selalu menghantam Demokrat," tandasnya.Seperti diberitakan, sesakan kaum muda Partai Demokrat terhadap Majelis Tinggi Partai Demokrat untuk segera memilih nakhoda baru cukup mengagetkan. Sebab, kaum muda di Demokrat dikenal sebagai pendukung setia Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum."Kami tidak sedang membicarakan nasib personal, tetapi kami membicarakan nasib kapal besar ini bagaimana agar tidak karam," ujar Ulil usai konferensi pers di Jakarta, Jumat (15/2).Ulil mengatakan, desakan munculnya nakhoda baru merupakan tindak lanjut dari penandatangan delapan butir pakta integritas oleh seluruh pengurus dan kader Partai Demokrat yang digagas SBY. Dia menilai, langkah SBY sudah cukup drastis untuk melakukan penyelamatan."Tapi, menurut kami perlu dilanjutkan pelan-pelan dengan membawa nama baru. Sehingga, masyarakat percaya bahwa partai ini sudah berubah," kata dia.
Baca juga:
Sayap Demokrat dukung Anas dilengserkan
SBY jatahnya beri pengarahan" href="http://www.merdeka.com/politik/anas-buka-rapimnas-demokrat-sby-jatahnya-beri-pengarahan.html" target="_blank">Anas buka Rapimnas Demokrat, SBY jatahnya beri pengarahan
SBY" href="http://www.merdeka.com/politik/organisasi-sayap-partai-demokrat-dukung-penuh-keputusan-sby.html" target="_blank">Organisasi sayap Partai Demokrat dukung penuh keputusan SBY