PBNU bangga Gus Dur disejajarkan dengan Luther King Jr

"Saya setuju sekali semacam Luther, Gus Dur adalah pejuang kemanusiaan yang murni," ujar Said Aqil.

Eko Prasetya
Oleh Eko Prasetya - Reporter
PBNU bangga Gus Dur disejajarkan dengan Luther King Jr
1000 hari Gus Dur. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Konsulat Jendral Amerika Serikat (AS) mensejajarkan almarhum Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal Gus Dur, dengan tokoh dunia yang juga merupakan pendeta, Martin Luther King, Jr. Kedua tokoh ini diberi anugerah 'Legacies of Pluralisme, Diversity and Democracy'.Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj merasa bangga dengan penghargaan yang diberikan kepada Gus Dur. Said menilai, cucu dari Hasyim Asy'ari itu memang pantas disejajarkan dengan Martin Luther."Saya setuju sekali semacam Luther, Gus Dur adalah pejuang kemanusiaan yang murni," ujar Said saat berbincang dengan merdeka.com, di ruang kantornya, Jakarta, Kamis (31/1).Menurut Said, Gus Dur sangat menyuarakan demokrasi kebenaran. Bahkan, Gus Dur dinilai punya andil besar dalam pembangunan Indonesia."Apalagi zaman Habibie atau Megawati. Dia (Gus Dur) tidak segan untuk mengkritik TNI. Tetapi Gus Dur juga tidak segan untuk memuji TNI," katanya.Pemberian penghargaan itu pada saat acara penganugerahan yang diadakan di Surabaya. Konsulat Jendral Amerika Serikat Joaquin Monserrate mengatakan, acara ini diadakan untuk mengenang tokoh hak asasi manusia (HAM) Amerika Serikat dan Indonesia, di Surabaya, Selasa (22/1)."Acara ini juga dihadiri berbagai kalangan, termasuk pemerintahan, akademisi, tokoh politik, pemuka agama serta pimpinan media terkemuka," kata Monserrate di sela acara.Monserrate menjelaskan, Gus Dur dan Martin Luther King, Jr. telah dikenal luas, baik secara domestik maupun mancanegara. kedua merupakan tokoh kemanusiaan yang gigih memperjuangkan perdamaian, toleransi serta demokrasi. "Mereka juga menekankan pentingnya semangat toleransi beragama, sebagai prasyarat untuk meningkatkan kualitas pemerintahan dan hidup bermasyarakat di negaranya masing-masing," katanya.Diakui Monserrate, kedua tokoh dunia ini, merupakan pemuka agama dengan pemikiran yang berangkat dari latar belakang agama kental. Mereka memperjuangkan hak asasi bagi seluruh lapisan masyarakat, terlepas dari perbedaan suku, agama, ras dan golongan.

Rekomendasi