Dalam berbagai hasil survei, pamor partai Islam terus menurun. Menurut Ketua DPR RI Marzuki Alie, turunnya elektabilitas partai Islam disebabkan karena adanya gejala global."Gejala global, partai kiri atau kanan cenderung tidak besar, tapi tetap hidup," kata Marzuki kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/10).Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini membandingkan dengan negara di Timur Tengah. Di negara tersebut, partai Islam mendapatkan dukungan warga dan rakyat secara mayoritas."Yang selalu besar adalah partai nasionalis. Agak berbeda reformasi di Mesir, Libya di mana partai Islam mendapat dukungan yang besar," jelas Marzuki.Sedangkan terkait dengan capres 2014, yang mana elektabilitas sejumlah nama-nama yang muncul kian merosot, Marzuki berpendapat hal itu karena ruang yang tertutup untuk calon dan nama lain maju."Capres tergantung ruangnya, kalau ruangnya dibuka maka semua partai akan memajukan capres sehingga rakyat banyak pilihan, tapi kalau ruang tertutup seperti sekarang, akan muncul 4L, lo lagi lo lagi," tandasnya.Diberitakan sebelumnya, berdasar hasil Survey Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyebutkan bahwa, elektabilitas calon presiden dan partai Islam terus menurun. Turunnya elektabilitas capres ini karena tokoh-tokoh populer partai Islam kalah pamor dari tokoh-tokoh dari partai nasionalis."Tokoh-tokoh partai Islam seperti Hatta Rajasa, Suryadharma Ali, Muhaimin Iskandar dan Lutfi Hasan memiliki tingkat pengenalan rendah, rata-rata masih di bawah 60 persen," ujar peneliti LSI, Adjie Al Alfarabi, saat menyampaikan hasil survei di kantornya, Jakarta Timur, Minggu (14/10).Sementara, tokoh-tokoh partai nasionalis seperti Megawati Soekarnoputri, Aburizal Bakrie, Prabowo Subianto dan Wiranto tingkat popularitasnya di atas 60 persen. Rendahnya popularitas tokoh partai Islam berpengaruh terhadap dukungan publik pada mereka."Hatta Rajasa 3,2 persen, Muhaimin Iskandar 0,3 persen, Suryadharma Ali 2,1 persen dan Lutfi Hasan Ishaaq 0,8 persen," tandasnya.
Marzuki Alie: Suara partai Islam anjlok karena gejala global
"Gejala global, partai kiri atau kanan cenderung tidak besar, tapi tetap hidup," kata Marzuki.
Advertisement
Rekomendasi