Ketika aktivis antikorupsi butuh partai politik

Teten Masduki, pendiri ICW kini ingin nyalon di Pilgub Jabar melalui PDIP.

Laurencius Simanjuntak
Oleh Laurencius Simanjuntak - Reporter
Ketika aktivis antikorupsi butuh partai politik
Teten Masduki. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Sudah jamak diketahui kritik aktivis antikorupsi terhadap politisi dan parpol kerap amat keras. 'Jangan pilih politisi busuk', itulah salah satu kampanye Indonesia Corruption Watch (ICW) jelang Pemilu 2009, yang saat itu dipimpin oleh Teten Masduki.Dalam diskursus publik, aktivis antikorupsi juga kerap mengkritik anggota DPR dengan istilah-istilah yang cukup keras, seperti 'serangan balik koruptor', 'mafia anggaran' atau 'mafia Senayan.' Kritik yang didukung publik itu pun sering membuat politisi di Senayan tidak berdaya.Namun, ketegangan aktivis dan parpol dalam diskursus publik itu tak selamanya membuat keretakan hubungan. Buktinya, saat ini ada aktivis antikorupsi yang membutuhkan parpol.Dia adalah Teten Masduki, pendiri ICW yang sekarang menjabat sekretaris jenderal Transperancy International Indonesia (TII). Teten yang ingin mencalonkan diri dalam Pilgub Jabar 2013 kini mengaku sedang menunggu keputusan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan."Ya kalau ini kan masih menunggu putusan DPP PDIP. Apakah DPP akan memutuskan atau tidak, itu kan masih dinamis dan ada hal-hal yang tidak terduga juga sering muncul," kata Teten di Gedung KPK kemarin.Kini Teten tidak lagi malu-malu mengakui bahwa dia memiliki hubungan emosional dengan PDIP. Sesuatu yang tidak pernah dia ungkapkan ke publik saat lantang mengkritik partai politik."Memang ada kedekatan emosional dengan PDIP. Dulu kan saya GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia). Jadi saya memang sudah diminta bersedia dicalonkan oleh DPD PDIP," ujar pria asal Garut ini.Meski kini mesra dengan parpol, bukan berarti Teten bisa diatur seenaknya. Dia hanya mau maju di Pilgub Jabar bersama Rieke Diah Pitaloka, politikus PDIP yang dulu dikenal sebagai artis sekaligus aktivis buruh."Komitmen (Rieke) untuk perubahan kuat," kata Teten soal alasannya hanya mau maju bersama Rieke, lewat akun Twitter-nya beberapa waktu lalu.Bukan hanya PDIP yang menggadang-gadang Teten, Partai Gerindra dengan jelas juga menyatakan mendukung mantan komisioner Ombudsman itu. Dukungan itu bahkan langsung disampaikan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto lewat Twitter.Kini Teten yang sedang butuh kendaraan politik untuk nyalon, sedang didekati oleh parpol-parpol. Tinggal selangkah bagi Teten untuk maju dalam dunia politik, yang dia sebut dulu banyak diisi oleh kebusukan.

Rekomendasi