Dalam dua pekan ini muncul kabar hubungan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum renggang. Puncaknya adalah saat Anas tidak menghadiri acara pertemuan para pendiri partai. Padahal, acara itu dihadiri oleh SBY.Berbagai spekulasi langsung muncul soal adanya keretakan. Bahkan paling santer terdengar adalah Anas akan dilengserkan. Benarkah isu tersebut?"Hubungan dengan Ketua Dewan Pembina tidak ada persoalan tetap solid dan masih mesra. Apalagi di partai kami ada media serta DPP dan Dewan Pembina bisa memutuskan persoalan di Majelis Tinggi Partai. Ada media membangun kebersamaan antara Dewan Pembina dan DPP," kata Wasekjen Partai Demokrat Saan Mustopa di Gedung DPR Jakarta, Selasa (19/6).Menurut Saan, soal pernyataan SBY terkait kader terlibat korupsi harus mundur bukan ditujukan kepada Anas. Dia menegaskan, pernyataan itu ditujukan kepada semua kader."Kalau baik maka partai baik. Karena untuk menjaga itu, maka SBY mengimbau menjauhi perilaku-perilaku buruk, bukan pada orang-orang tertentu," jelas Saan.Senada dengan Saan, Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf berpikir sama. Menurut dia, tidak ada perpecahan dalam tubuh partainya. Nurhayati menegaskan, Anas tidak terbukti melakukan korupsi. Karena itu, SBY tetap menghormati Anas sebagai ketua umum partai."Bapak SBY adalah Ketua Dewan Pembina, Ketua Umum kita adalah Pak Anas Urbaningrum, AD ART Partai Demokrat mengatakan bahwa apabila menjadi tersangka maka baru boleh diambil tindakan hukum di Partai Demokrat," jelas Nurhayati.
SBY dan Anas tetap mesra
Petinggi Partai Demokrat ramai-ramai menepis isu ada keretakan di internal Partai Demokrat.
Rekomendasi