Politikus Golkar: Saya enggak yakin koalisi umat terbentuk

Sabtu, 9 Juni 2018 13:15 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Politikus Golkar: Saya enggak yakin koalisi umat terbentuk Wasekjen Golkar Ace Hasan Syadzily. Dokumen Partai Golkar

Merdeka.com - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab mengusulkan adanya koalisi umat yang terdiri dari Gerindra, PKS, PAN dan PBB. Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan bahwa koalisi tersebut sama sekali tidak mengganggu solidnya koalisi Jokowi.

"Enggak tuh, sama sekali tidak, enggak mengganggu. Itu tidak akan mengganggu partai Golkar dan koalisi pemerintahan Pak Jokowi. Dan saya kira kan partai-partai yang sudah diajak koalisi keumatan saja sudah ada beberapa yang menolak kok," katanya di DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (9/6).

Anggota DPR yang juga membidangi agama ini juga tak yakin koalisi ini bakal benar-benar terbentuk. Menurutnya, koalisi umat masih sangat mentah dan belum ada platform yang jelas.

"Kan harus jelas dulu, kan koalisi itu yang pertama yang disatukannya kan platform-nya dulu mau apa, kedua baru bicara soal siapa capresnya, siapa cawapres nya, apa ini sudah ketemu atau tidak? Kan ini belum masih panjang. Jadi saya enggak yakin kok koalisi keumatan terbentuk," tandasnya.

Hal serupa, juga dikatakan Desmond Junaidi Mahesa yang tak yakin terbentuknya koalisi umat untuk Pilpres 2019. Padahal Desmond merupakan kader Gerindra. Menurut Desmond, PKB yang juga partai berbasis Islam tidak menyatu dengan koalisi umat tersebut. Gerindra sendiri berlatar belakang nasionalis.

"Apa mungkin PKB bisa bergabung dengan PAN, dan PKS. Kalau bicara koalisi keumatan kan sebenarnya ini partai-partai Islam tidak termasuk dalam kategori Gerindra yang nasionalis menyatukan partai Islam sendiri, bisa enggak," katanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (7/6).

"Sampai saat ini saya belum melihat kalau itu ada, bagaimana PPP dengan PKB bagaimana dengan PKS dan PKB," tambahnya.

Menurutnya, koalisi umat hanya angan-angan. Waktu pendaftaran Pemilu disertai Pilpres juga sudah dekat. "Bagi saya koalisi keumatan itu suatu keniscayaan untuk mereka bisa lebih konkret di 2019, karena di 2019 ini kan mulai Juni, Agustus kan, mungkin enggak dalam waktu dua bulan? Hanya keajaiban yang bisa membentuk koalisi keumatan," tutur Desmond. [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini