Politik Uang Perilaku Menipu Rakyat, Harus Dihilangkan di Pemilu 2019
Merdeka.com - Budaya politik uang dalam pemilu harus dihilangkan. Karena memilih pemimpin karena uang dinilai dapat merusak masa depan bangsa.
"Kebiasaan money politics yang selama ini untuk menipu rakyat dalam memilih pemimpin harus dihilangkan, karena hal itu bukan perilaku Pancasila sebagai dasar utama negara Indonesia," kata Anggota DPR, Ivan Doly Gultom, kepada wartawan, Jumat (1/2).
Hal itu diungkapkan dalam 'Dengar Pendapat Masyarakat (DPM) 4 Pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika)' bersama ratusan masyarakat dan pemuda di daerah Grogol Jakarta Barat.
Ivan menyebutkan, sering kali dalam memilih wakil rakyat, masyarakat masih sering terjebak oleh lima puluh ribu atau seratus ribu.
"Kalau kayak begitu pada akhirnya perubahan sampai kapan pun susah akan terwujud," terang Ivan yang juga Politikus Golkar ini.

Ivan berharap, meski pada 17 April mendatang semua warga Indonesia khususnya Jakarta Barat akan memilih Caleg dan presiden serentak, masyarakat diminta tetap cerdas dan memilih wakil yang peduli kepada nasib rakyat.
"Namun diharapkan juga para pemilih bisa merubah paradigma pragmatis yang selama ini ada dan bisa terwujud peningkatan kualitas hidup di Ibu kota," harapnya.
Tak lupa Ivan mengingatkan, agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) berperan aktif dalam proses pemilihan Pemilu 2019 dengan memberikan pendidikan politik yang sehat terhadap masyarakat.
"Nilai-nilai Pancasila bukan hanya masyarakat yang menerapkannya, tetapi penyelenggara pemilu juga harus menerapkannya," tegas Ivan.
Selain itu, Anggota DPR Komisi VII DPR ini juga menegaskan, bahwa dirinya menginginkan adanya perubahan di tingkat masyarakat dalam menghadapi Pemilu 2019.
"Masyarakat juga harus jaga persatuan dan kesatuan bangsa, jangan sampai masyarakat terpecah belah karena beda pilihan," tutupnya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya