Polda Papua Barat Daya Kerahkan 793 Personel Amankan Nataru 2025-2026, Fokus Bencana dan Wisata

Polda Papua Barat Daya siagakan 793 personel gabungan untuk Pengamanan Nataru 2025-2026, fokus pada kelancaran lalu lintas, antisipasi bencana, dan keselamatan wisatawan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polda Papua Barat Daya Kerahkan 793 Personel Amankan Nataru 2025-2026, Fokus Bencana dan Wisata
Polda Papua Barat Daya bersiaga penuh dengan 793 personel gabungan dalam Operasi Lilin Dofior 2025 guna memastikan Pengamanan Nataru 2025-2026 berjalan aman dan lancar. Apa saja fokus utamanya? (AntaraNews)

Polda Papua Barat Daya Siapkan Pengamanan Nataru 2025-2026

Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat Daya mengerahkan total 793 personel gabungan untuk mengamankan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah tersebut. Pengamanan ini merupakan bagian dari Operasi Lilin Dofior 2025 yang telah resmi dimulai.

Operasi Lilin Dofior 2025 akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Seluruh personel akan ditempatkan di berbagai titik strategis demi menjamin keamanan dan kelancaran perayaan Nataru.

Pengamanan Nataru ini bertujuan untuk memastikan kelancaran aktivitas masyarakat, mencegah potensi bencana alam, serta menjaga keamanan di tempat ibadah dan pusat keramaian. Sinergi antara Polri, TNI, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama keberhasilan operasi ini.

Pengerahan Personel dan Titik Strategis Operasi Lilin Dofior

Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol Gatot Haribowo, menjelaskan bahwa 793 personel gabungan telah disiagakan untuk Operasi Lilin Dofior 2025. Jumlah ini terdiri dari 479 personel Polri dan 314 personel gabungan dari TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya. Pengerahan besar-besaran ini menunjukkan komitmen Polda PBD dalam menjaga keamanan.

Seluruh personel akan ditempatkan di sejumlah titik strategis guna memastikan Pengamanan Nataru berjalan optimal. Titik-titik tersebut meliputi pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di lokasi vital seperti bandara dan pelabuhan. Penempatan ini bertujuan untuk memantau dan melayani masyarakat secara langsung.

Fokus utama penempatan personel adalah pada area-area yang memiliki mobilitas tinggi dan potensi kerawanan. Dengan adanya kehadiran aparat di lokasi-lokasi strategis, diharapkan dapat tercipta rasa aman bagi masyarakat. Kesiapan personel ini menjadi prioritas utama dalam operasi pengamanan.

Antisipasi Bencana Alam dan Pengawasan Destinasi Wisata

Pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini tidak hanya berfokus pada kelancaran lalu lintas dan aktivitas umum masyarakat. Brigjen Pol Gatot Haribowo menegaskan, Polda Papua Barat Daya juga mengantisipasi potensi bencana alam yang mungkin terjadi. Hal ini berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

BMKG telah menginformasikan bahwa beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Papua Barat Daya, masih berpotensi mengalami banjir dan tanah longsor. Oleh karena itu, aparat keamanan akan melakukan mitigasi dan pengawasan ekstra di daerah-daerah rawan bencana. Keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama dalam Pengamanan Nataru ini.

Kawasan wisata, terutama Raja Ampat sebagai destinasi unggulan nasional dan internasional, juga menjadi perhatian khusus. Tingginya jumlah wisatawan selama libur Nataru berisiko jika disertai cuaca ekstrem seperti gelombang laut tinggi. Kapolda menyatakan akan ada pengawasan ketat dan memberikan imbauan kepada masyarakat serta wisatawan untuk menghindari lokasi berisiko demi keselamatan bersama.

“Oleh karena itu, kami akan melakukan pengawasan dan memberikan imbauan kepada masyarakat serta wisatawan untuk menghindari lokasi-lokasi tertentu yang dinilai berisiko. Ini bukan larangan, tetapi demi keselamatan bersama,” ujar Kapolda.

Penjaminan Keamanan di Pusat Ibadah dan Keramaian

Selain fokus pada lalu lintas dan potensi bencana, pengamanan juga diprioritaskan di tempat-tempat ibadah dan pusat keramaian. Hal ini bertujuan untuk menjamin rangkaian ibadah Natal hingga perayaan malam pergantian tahun dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Keamanan di lokasi-lokasi ini adalah kunci sukses Pengamanan Nataru.

Aparat keamanan akan melakukan patroli rutin dan menempatkan personel di sekitar gereja, pusat perbelanjaan, dan area publik lainnya. Langkah ini diambil untuk mencegah gangguan keamanan dan memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang. Sinergi antara berbagai pihak menjadi sangat penting.

Kapolda berharap, dengan adanya sinergi dari seluruh pihak terkait, perayaan Natal dan Tahun Baru di Papua Barat Daya dapat berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. Kerjasama antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah fondasi utama keberhasilan operasi ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi