Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Provinsi Jawa Barat menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan teknis keinsinyuran dan insinyur profesional kepada Universitas Siliwangi. Dukungan ini menyusul insiden ambruknya atap gazebo Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) pada Minggu, 16 November.
Ketua PII Jabar, Muhammad Erpandi, menegaskan komitmen melalui PII Cabang Kota Tasikmalaya untuk membantu kampus tersebut. Mereka akan menyediakan evaluasi profesional terhadap struktur bangunan dan identifikasi penyebab teknis kejadian.
Selain itu, PII akan menyusun rekomendasi perbaikan serta rencana revitalisasi fasilitas yang terdampak. Bantuan ini juga mencakup penyediaan sumber daya insinyur profesional di bidang sipil, struktur, konstruksi, dan keselamatan bangunan.
Advertisement
Advertisement
Muhammad Erpandi menjelaskan bahwa dukungan teknis yang diberikan PII sangat komprehensif. Ini mencakup evaluasi mendalam terhadap struktur bangunan yang ambruk untuk mengidentifikasi akar masalah secara teknis. PII Cabang Kota Tasikmalaya akan menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan bantuan ini.
PII juga siap menyediakan insinyur profesional yang memiliki keahlian spesifik. Mereka termasuk insinyur teknik sipil, ahli struktur bangunan, spesialis konstruksi, dan pakar keselamatan bangunan. Kehadiran para insinyur ini diharapkan dapat memberikan solusi konkret bagi Universitas Siliwangi.
“PII melalui Cabang Kota Tasikmalaya kami siapkan untuk dapat membantu Universitas Siliwangi dalam hal dukungan teknis keinsinyuran,” ujar Erpandi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu, 22 November.
Advertisement
Advertisement
PII menyampaikan rasa keprihatinan mendalam atas musibah ambruknya atap gazebo di area FKIP Universitas Siliwangi. Insiden ini mengakibatkan 18 mahasiswa terdampak, dengan satu orang luka berat, enam orang luka-luka, serta sebelas orang mengalami luka ringan dan trauma.
“Kami menyampaikan dukacita, belasungkawa, dan kepedulian mendalam kepada para mahasiswa yang terdampak serta keluarganya,” kata Erpandi. PII juga memberikan doa dan dukungan penuh kepada mahasiswa yang terluka.
PII Jabar mendukung penuh proses investigasi profesional yang dilakukan oleh Universitas Siliwangi dan instansi berwenang. Proses ini diharapkan mencakup evaluasi struktural menyeluruh dan pemeriksaan kelayakan fasilitas. Tujuannya adalah untuk mengungkap penyebab pasti kejadian dan mencegah terulangnya insiden serupa.
Advertisement
Advertisement
Berkaitan dengan fasilitas umum seperti kampus, PII menekankan pentingnya penerapan prinsip keselamatan, etika, dan standar keinsinyuran yang ketat. Hal ini krusial untuk memastikan keamanan pengguna fasilitas.
Erpandi mengingatkan kembali mengenai pentingnya audit kondisi fasilitas pendidikan secara berkala. Selain itu, penerapan prinsip safety by design, supervisi konstruksi oleh insinyur profesional, dan prosedur mitigasi risiko sesuai standar teknis juga sangat diperlukan.
PII Jabar mendorong perbaikan sistemik, termasuk evaluasi komprehensif seluruh fasilitas di luar ruangan dan sarana pendukung keselamatan kampus. Peningkatan kapasitas SDM teknis melalui sertifikasi Insinyur Profesional (IP) dan STRI juga menjadi fokus.
Advertisement
Advertisement
Ketua Umum PII, Ilham Akbar Habibie, menyampaikan simpati kepada para mahasiswa yang terdampak. Ia menegaskan bahwa komitmen PII untuk memberikan bantuan teknis ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran.
Menurut Ilham, PII sebagai organisasi profesi insinyur harus mengambil peran aktif dalam isu keselamatan publik dan tata kelola keinsinyuran. Ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan profesional para insinyur.
“PII sebagai organisasi profesi insinyur mesti mengambil peran dalam hal terkait keselamatan publik dan tata kelola keinsinyuran. Karena hakikatnya insinyur itu memang harus terus mencari dan memberi solusi,” ucap Ilham. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan organisasi profesi sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman.
Advertisement
Sumber: AntaraNews