Menurut Hasto, saat ini tak ada drama melainkan politik sesungguhnya yang terjadi.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menanggapi pernyataaan Presiden Joko Widodo yang menyebut kini dunia politik penuh drama dan membawa perasaan alias baper.
Menurut Hasto, saat ini tak ada drama melainkan politik sesungguhnya yang terjadi.
“Bukan drama politik, ini kesungguhan politik, ini dedikasi politik. Ini komitmen terhadap masa depan tetapi politik ini harus keluar dari cerminan mata hati, dari akal sehat dan nurani,” kata Hasto di Gedung High End, Rabu (8/11).
Hasto kemudian menyinggung putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas gugatan batas minimum usia capres-cawapres. Dia menyebut, keputusan itu adalah cermin akal sehat telah dilanggar oleh MK.
Advertisement
Maka menurutnya wajar apabila Majelis Kehormatan MK (MKMK) membuat keputusan menghentikan Anwar Usman sebagai Ketua MK.
“Ketika hukum direkayasa MK dikebiri ya muncullah suatu gerakan untuk meluruskan. Apa diputuskan oleh MKMK itu menunjukkan kemenangan nurani. Itu menunjukkan kemenangan dari kekuatan kebenaran. Sehingga berbagai rekayasa hukum bisa dipatahkan,”
kata Hasto.
Advertisement
merdeka.com
Advertisement
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut banyak drama dan sinetron yang terjadi menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Padahal, kata Jokowi, seharusnya Pemilu 2024 harus diisi dengan pertarugan gagasan dan ide, bukan perasaan.
Advertisement
Hal ini disampaikan Jokowi saat menyampaikan sambutan dalam HUT ke-59 Partai Golkar di DPP Partai Golkar Jakarta Barat, Senin (6/11).
"Karena saya melihat akhir-akhir ini yang kita lihat adalah terlalu banyak dramanya, terlalu banyak drakornya, terlalu banyak sinetronnya. sinetron yang kita lihat," kata Jokowi dalam sambutannya.
"Mestinya kan pertarungan gagasan, mestinya kan pertarungan pertarungan ide, bukan pertarungan perasaan,"
sambungnya.
Advertisement
merdeka.com
Menurut dia, pertarungan perasaan di Pemilu 2024 justru akan menyulitkan masyarakat. Jokowi sendiri tak menyebutkan sindiran tersebut ditujukan kepada siapa.
"Kalau yang terjadi pertarungan perasaan repot semua kita. Tidak usah saya teruskan karena nanti kemana-mana,"
Advertisement
ujarnya.
merdeka.com