Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim baru-baru ini mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh prajuritnya. Ia secara khusus meminta agar prajurit menjauhi segala bentuk pelanggaran disiplin. Penekanan ini disampaikan saat kunjungan ke Korem 172/PWY di Jayapura, Minggu (30/11).
Imbauan tersebut mencakup larangan keras terhadap praktik judi, penyalahgunaan narkoba, tindakan asusila, dan konsumsi minuman keras. Mayjen Amrin Ibrahim menegaskan bahwa pelanggaran semacam itu dapat merusak moral prajurit. Selain itu, tindakan tersebut berpotensi mencoreng nama baik dan citra kesatuan TNI.
"Jauhi berbagai bentuk pelanggaran karena dampaknya selain dapat merusak moral juga mencoreng kesatuan," kata Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim. Pesan ini ditujukan kepada prajurit yang bertugas di wilayah Kodam XVII Cenderawasih, meliputi provinsi Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah.
Advertisement
Advertisement
Dalam setiap kunjungannya ke berbagai satuan, termasuk Korem 172/PWY, Pangdam Amrin Ibrahim selalu mengingatkan prajuritnya. Ia menekankan pentingnya melaksanakan tugas secara profesional dan proporsional. Hal ini bertujuan agar setiap prajurit tidak menyakiti hati rakyat yang dilayani, sebuah prinsip yang harus dipegang teguh.
Selain itu, Pangdam juga menginstruksikan prajurit untuk menghormati dan mempelajari adat istiadat setempat. "Hormati dan pelajari adat istiadat yang berlaku di Papua," kata Mayjen TNI Amrin. Penyesuaian diri dengan budaya lokal merupakan bagian integral dari tugas di Papua, guna membangun hubungan yang harmonis.
Mayjen Amrin menambahkan bahwa setiap prajurit harus senantiasa meningkatkan profesionalisme dan kedisiplinan. Kedua aspek ini menjadi fondasi utama bagi setiap prajurit dalam menjalankan tugas-tugas negara. Terutama di wilayah Papua yang memiliki karakteristik sosial dan geografis yang unik.
Advertisement
Advertisement
Pangdam Amrin Ibrahim juga menyoroti aspek spiritual sebagai pilar utama pembentukan karakter prajurit. Ia menekankan pentingnya meningkatkan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini harus sesuai dengan keyakinan masing-masing individu prajurit, sebagai benteng moral.
"Dari sanalah kekuatan moral dan integritas seorang prajurit terbentuk,” kata Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim. Dengan moral yang kuat, prajurit akan lebih resilient terhadap godaan pelanggaran seperti judi dan narkoba. Ini juga akan memperkuat komitmen mereka terhadap tugas negara.
Penekanan pada nilai-nilai spiritual ini diharapkan dapat membentengi prajurit dari berbagai godaan negatif. Godaan seperti judi, narkoba, dan tindakan asusila yang dapat merusak diri dan kesatuan. Dengan demikian, prajurit dapat menjalankan tugas dengan lebih baik dan penuh tanggung jawab.
Advertisement
Advertisement
Kodam XVII Cenderawasih memiliki cakupan wilayah kerja yang luas di Tanah Papua. Kodam ini membawahi dua Komando Resor Militer (Korem) yang tersebar di tiga provinsi. Struktur ini memastikan kehadiran TNI di berbagai daerah strategis untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
Korem 172/PWY memiliki wilayah kerja yang mencakup Provinsi Papua dan Papua Pegunungan. Sementara itu, Korem 173/PVB bertanggung jawab atas wilayah Provinsi Papua Tengah. Pembagian ini mendukung efektivitas operasi dan pembinaan teritorial di seluruh wilayah tanggung jawab.
Dengan wilayah kerja yang mencakup provinsi-provinsi tersebut, prajurit dihadapkan pada beragam kondisi sosial dan geografis. Oleh karena itu, penekanan pada disiplin, profesionalisme, dan integritas menjadi sangat relevan. Hal ini krusial untuk menjaga stabilitas dan keamanan di seluruh area tanggung jawab Kodam Cenderawasih.
Advertisement
Sumber: AntaraNews