Mendagri Kunjungi Pengungsi Aceh Utara, Pastikan Penanganan Bencana Berjalan Optimal

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian belum lama ini mengunjungi pengungsi di Dusun Seulemak, Aceh Utara, untuk memastikan penanganan pascabencana banjir berjalan optimal dan memberikan bantuan langsung.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mendagri Kunjungi Pengungsi Aceh Utara, Pastikan Penanganan Bencana Berjalan Optimal
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian belum lama ini mengunjungi pengungsi di Dusun Seulemak, Aceh Utara, untuk memastikan penanganan pascabencana banjir berjalan optimal dan memberikan bantuan langsung. (AntaraNews)

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, belum lama ini melakukan kunjungan kerja ke Dusun Seulemak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi pengungsi pascabencana banjir yang melanda wilayah tersebut akhir tahun lalu. Mendagri Tito Karnavian menunjukkan kepeduliannya dengan bersantap siang bersama para pengungsi di dalam tenda darurat.

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri Tito Karnavian tidak hanya berinteraksi langsung dengan masyarakat terdampak, tetapi juga menyalurkan berbagai bentuk bantuan. Bantuan yang diberikan meliputi bahan makanan serta perlengkapan tidur, guna meringankan beban hidup para pengungsi yang masih berada di lokasi penampungan sementara.

Dusun Seulemak diketahui menjadi salah satu daerah yang paling parah terdampak banjir, dengan banyak rumah warga mengalami kerusakan berat bahkan hilang tersapu arus. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat untuk mempercepat proses pemulihan dan memastikan bantuan tepat sasaran bagi korban bencana.

Mendagri Tito Karnavian mengamati adanya kemajuan signifikan dalam penanganan pascabencana di Aceh Utara, khususnya di wilayah Langkahan. Ia menyoroti perbaikan akses jalan yang sebelumnya tertimbun lumpur tebal, kini sudah mulai bisa dilalui kembali oleh masyarakat. "Di Aceh Utara ini terutama kita lihat Langkahan ini sudah yang kedua kali saya datang, ini (dulu) masih banyak bekas-bekas lumpur. Tapi (sekarang) saya lihat ada kemajuan dibanding saya datang pertama, jalannya, jalan-jalan aksesnya sudah terbuka, tadinya lumpur semua," ungkap Tito dalam keterangannya.

Selain meninjau infrastruktur, Mendagri juga secara langsung memberikan bantuan kepada warga terdampak. Bantuan tersebut berupa bahan makanan dan perlengkapan tidur, yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi selama masa transisi. Inisiatif ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana.

Interaksi langsung dengan para pengungsi saat makan siang bersama di tenda menunjukkan empati dan perhatian pemerintah terhadap kondisi riil di lapangan. Hal ini penting untuk membangun kembali moral dan semangat masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat banjir. Mendagri Tito Karnavian secara aktif mendengarkan aspirasi dan kebutuhan para pengungsi.

Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) agar para pengungsi tidak lagi harus tinggal di tenda-tenda darurat. Pembangunan huntara menjadi prioritas untuk memberikan tempat tinggal yang lebih layak dan aman bagi masyarakat yang kehilangan rumahnya. Langkah ini merupakan bagian dari strategi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Sebagai alternatif, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah menyiapkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi masyarakat. Dana ini memungkinkan pengungsi untuk menyewa rumah atau tinggal di rumah keluarga, dengan alokasi Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan, sehingga total mencapai Rp1,8 juta. Kebijakan ini memberikan fleksibilitas bagi korban bencana dalam menentukan pilihan tempat tinggal sementara.

Bantuan DTH dapat dikombinasikan dengan skema bantuan lain yang disiapkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos), yaitu uang lauk-pauk sebesar Rp15 ribu per individu setiap harinya. "Jadi kalau dia kontrak Rp1,8 [juta] tiga bulan, setiap hari juga dapat makan. Uang makan Rp15 ribu per orang per hari. Kalau 4 orang, berarti Rp60 ribu," jelas Tito. Kombinasi bantuan ini diharapkan dapat mencukupi kebutuhan pangan dan papan pengungsi.

Mendagri Tito Karnavian menegaskan perlunya pendataan yang lebih detail dan akurat terhadap masyarakat terdampak bencana. Pendataan ini mencakup identifikasi rumah yang mengalami kerusakan, baik ringan, sedang, maupun berat, untuk memastikan bantuan yang disalurkan tepat sasaran. Akurasi data menjadi kunci efektivitas program bantuan pemerintah.

Tito secara khusus meminta Bupati untuk segera mengumpulkan para keuchik (kepala desa) dan camat guna melakukan pendataan menyeluruh. "Ini juga saya minta kepada Pak Bupati segera kumpulkan para keuchik (kepala desa), segera kumpulkan para camat untuk (masyarakat terdampak) didata. Jangan sampai [bantuan tersebut] salah sasaran. Betul-betul kepada masyarakat yang terdampak. Ini uang negara," tegasnya.

Kunjungan ke Aceh Utara ini merupakan bagian dari rangkaian agenda Mendagri Tito Karnavian ke daerah-daerah yang terdampak bencana di Sumatera. Sehari sebelumnya, ia juga telah mengunjungi wilayah Pidie Jaya dan Bireuen, menunjukkan komitmen pemerintah dalam memantau dan mempercepat penanganan pascabencana di berbagai lokasi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi