Mardani Sebut Telur Mahal, Kubu Jokowi Sindir Kinerja Kader PKS Saat Jadi Mentan
Merdeka.com - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Mardani Ali Sera menyinggung kondisi ekonomi yang menurutnya kian merosot. Ketua DPP PKS itu membandingkan harga telur di Malaysia yang lebih murah ketimbang di Indonesia.
Menjawab hal itu, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto menilai justru sektor pertanian saat pemerintahan Joko Widodo, dibenahi oleh Mentan Amran Sulaiman.
Sekjen PDIP itu menilai seharusnya Mardani mempertanyakan apa saja kerja kader PKS selama dua periode Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi menteri pertanian. Pada periode pertama SBY, menteri pertanian dipegang Suswono. Dilanjutkan Anton Apriyantono yang juga kader PKS.
"Selama 10 tahun menteri pertanian kan dulu dipegang oleh PKS, jadi kritik itu harus dilakukan juga buat Pak Mardani. Apa yang dulu dilakukan selama 10 tahun ketika kadernya menjadi menteri pertanian," cetusnya.
Hasto bahkan menyindir kasus impor daging yang menyeret mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. "Yang terjadi kan impor dikendalikan untuk kepentingan partainya. Enggak ada presiden (partai) yang masuk penjara kecuali PKS karena impor daging," lanjutnya.
Dia juga menilai kritikan Mardani keliru. Sebab, Indonesia adalah negara pengekspor telur ke Malaysia. Malah, petani petelur di Blitar hidup sejahtera.
"Saya baru ngecek dari Blitar kemarin. Blitar memasok 30 persen telur Nasional. Masyarakatnya relatif hidup sejahtera. Jadi apa maksudnya mau menurunkan pendapatan dari peternak telur. Semua dalam keseimbangan yang penting gejolak harga tidak terjadi, daya beli masyarakat tetap dijaga dan ditumbuhkan," pungkasnya.
Diberitakan, Mardani menyinggung kondisi ekonomi yang terus merosot. Dia membandingkan harga telur di Malaysia dan Indonesia.
"Harga telur di Malaysia cuma Rp 11 ribu per kilogram. Di sini berapa? Rp 25 ribu per kilogram. Jadi kaya Indonesia apa kaya Malaysia?, kaya Malaysia, tapi dia harganya cuma Rp 11 ribu," ucap dia.
Mardani menjelaskan, Malaysia bisa memastikan harga telur tersebut murah karena rantai pasokan di sana cukup, ditambah distribusinya juga sesuai. Pemerintah Malaysia pun memastikan untuk tidak ada yang memonopoli dari harga bahan pokok tersebut. Mestinya pemerintah saat ini mencontoh hal tersebut.
"Karena itu pemerintah harus hadir menjaga harga sembako. Yang menjual sembako harganya di atas rata-rata dihukum," pungkasnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya