Luhut Bantah Tekan Pengurus DPD Golkar Menangkan Airlangga di Munas

Selasa, 3 Desember 2019 17:44 Reporter : Supriatin
Luhut Bantah Tekan Pengurus DPD Golkar Menangkan Airlangga di Munas Menteri Luhut Pandjaitan. ©2019 Liputan6.com/Tommy Kurnia Rony

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan membantah tuduhan kubu Bambang Soesatyo (Bamsoet) bahwa dirinya menekan pengurus DPD (dewan pimpinan daerah) untuk mendukung bakal calon ketua umum, Airlangga Hartarto di Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar.

"Enggak ada tuh, kenapa tekan-tekan, saya kan kader Golkar," kata Luhut di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/12).

1 dari 2 halaman

Pratikno Juga Bantah

Tak hanya Luhut, Menteri Sekretaris Negara Pratikno juga membantah tuduhan serupa. Pratikno sempat disebut-sebut sebagai salah satu menteri Kabinet Indonesia Maju yang menelepon pengurus DPD I untuk mendukung Airlangga di Munas Golkar.

"Apa urusanku sama mereka? Apa urusanku? Kacau kamu. Memang aku pernah orang partai?" kata Pratikno di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (29/11).

Dia pun berkilah tak tahu bahwa yang bisa memilih suara itu adalah DPD Golkar. Bahkan, Pratikno mengklaim baru mengetahuinya.

"Yang milih siapa Golkar itu? Yang milih? DPD kan. Aku enggak tahu enggak tahu siapa DPD. Ini baru tahu yang milih DPD," ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Pramono Anung Tegaskan Tak Pernah Ikut Campur

Setali tiga uang dengan Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung juga membantah. Politikus PDI Perjuangan ini menegaskan tak ikut campur dalam Munas Golkar.

Pram, sapaan dia, merasa tak pernah berkomunikasi langsung maupun tidak langsung dengan pengurus DPD Golkar. Dia juga menegaskan, tak pernah bertemu dengan DPD I partai beringin itu di sebuah hotel.

Pihak Istana, kata dia, sama sekali tidak punya kepentingan apapun di Munas Golkar. Pun dugaan ada titah dari Presiden Joko Widodo untuk memenangkan Airlangga.

"Pasti tidak benar, Saya ketemu DPD Golkar saja tidak pernah. Dan Munas Golkar, kita tidak pernah campur tangan, Enggak ada urusannya," kata Pramono.

Sebelumnya, loyalis bakal calon ketua umum Partai Golkar Bamsoet, Syamsul Rizal menduga ada campur tangan menteri Kabinet Indonesia Maju dalam proses pemilihan Ketua Umum Golkar. Kata dia, empat menteri Jokowi menekan DPD Golkar untuk memilih bakal calon ketua umum partai petahana Airlangga Hartarto.

"Jadi ada pembantu presiden, saya enggak mau sebut nama tapi ada tiga pembantu presiden yang telepon DPD-DPD dan ketua-ketua DPD I dan kepala-kepala daerah untuk pilih Airlangga," kata Syamsul di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (27/11).

Syamsul mengatakan empat menteri ini tidak semuanya berasal dari partai politik. Mereka ada yang berasal dari Partai Golkar, akademisi dan partai lain. Empat menteri Jokowi itu adalah Luhut Pandjaitan, Agus Gumiwang Kartasasmita, Pramono Anung dan Pratikno.

"Tapi yang muncul sangat santer itu adalah Pak Pratikno. Mensesneg," ungkapnya. [bal]

Baca juga:
Curhat Jusuf Kalla Tidak Pernah Didukung Golkar di Pilpres
MS Hidayat: Di Kantor Luhut, Bamsoet Diminta Mundur dari Munas Golkar
Airlangga Bersyukur Bamsoet Mundur Caketum Golkar, Sebut Munas akan Berlangsung Sejuk
JK Soal Pemilihan Ketum Golkar: Tidak Voting Tidak Berarti Tidak Demokrasi
Bamsoet Mundur Caketum Golkar Setelah Bertemu Luhut, Pendukung Ingin Tahu Alasannya

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini