Langkah Politik Prabowo Disorot, Politisi Gerindra Sindir PKS Soal #KamiOposisi

Sabtu, 27 Juli 2019 16:33 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Langkah Politik Prabowo Disorot, Politisi Gerindra Sindir PKS Soal #KamiOposisi Prabowo Bertemu Megawati. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Politisi Partai Gerindra Andre Rosiade tak ambil pusing bila langkah politik Prabowo Subianto bertemu Presiden terpilih Joko Widodo dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menimbulkan kecemburuan politik bagi rekan oposisi. Alasannya, langkah Prabowo sebagai tanggung jawab moral kepada pendukungnya yang terjerat hukum.

Andre menuturkan, tujuan Prabowo melakukan pertemuan adalah ingin Indonesia guyub. Sehingga, pihaknya bisa membebaskan para pendukung yang ditahan polisi pasca pertarungan Pilpres 2019.

"Sekarang faktanya yang minta mengeluarkan penangguhan penahanan ke Polda, siapa? Gerindra. Kami ini bentuk tanggung jawab moral kami, ulama, relawan sudah mendukung Pak Prabowo dan Gerindra, itu komitmen kami," ujar Andre saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (27/7).

Eks Jubir Prabowo-Sandi itu tidak menuduh rekan koalisinya yang terlihat lepas tangan terhadap relawan yang terjerat hukum. Andre menyindir PKS yang hanya fokus soal sikap politik untuk menjadi oposisi.

"Itu langkah konkret Gerindra, bukan sekadar tagar tagar kami oposisi tapi enggak berbuat apa apa untuk menyelamatkan pendukung dan relawan serta ulama yang ditahan," ucap Andre Rosiade.

Andre menilai wajar bila ada rekan seperjuangan Gerindra yang kurang suka dengan pertemuan Prabowo bersama Megawati. Namun, dia hanya meminta pertemuan itu dilihat secara positif. Sama sekali tak ada bagi-bagi kekuasaan. Soal bergabung dalam pemerintahan, itu urusan belakangan.

"Mungkin ada yang tidak memahami, mungkin ada yang marah kenapa sih bertemu? mungkin kami memahami ada yang marah tapi lihat dong hasilnya seperti apa," katanya.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menegaskan PKS tetap berprinsip harus ada pihak oposisi dan politik yang beretika.

"Tetap kita ini sedang membangun demokrasi beretika. Sehingga saya pribadi tetap hastag-nya kami oposisi. Ketika bertemu Ibu Megawati atau bertemu dengan siapa pun boleh dan baik," katanya di Komplek Parlemen Senayan, Kamis (25/7).

Dengan PKS berada di luar pemerintahan, menurutnya, maka pihaknya menjadi partai penyeimbang dan akan menciptakan check and balance di pemerintahan. Oleh karena itu, dia mengajak seluruh pendukung 02 di Pilpres 2019 untuk menggunakan #kamioposisi.

"Buat masyarakat pendukung Pak Prabowo-Sandi pilihan etis sesuai dengan etika dan logika adalah kami oposisi. Tetapi ketika pertemuan (Mega-Prabowo), kita (tetap) menyatakan oposisi sehingga masyarakat tahu tetap garis perjuangannya lurus tetapi komunikasinya berjalan," tegasnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini