Kubu Bamsoet Nilai Airlangga yang Harus Dilaknat Karena Golkar Gagal Menang

Senin, 4 November 2019 14:29 Reporter : Ahda Bayhaqi
Kubu Bamsoet Nilai Airlangga yang Harus Dilaknat Karena Golkar Gagal Menang Nusron Wahid. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Loyalis Bamsoet, Nusron Wahid membalas pernyataan loyalis Airlangga Hartarto, Aziz Syamsuddin terkait tuhan bakal melaknat orang yang melanggar kesepakatan. Hal tersebut berkaitan dengan Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang kembali mewacanakan maju sebagai calon ketua umum Golkar dalam Munas.

Nusron membalas, seharusnya yang dilaknat adalah Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto yang dinilai mengingkari amanat. Sebab, Golkar diminta memenangkan Pemilu tapi malah gagal.

"Pertanyaan satu yang ingkar siapa, yang melaknat siapa? Wong tidak ada yang ingkar kok justru yang dilaknat itu yang mengingkari amanat rakyat. Diminta memenangkan pemilu, enggak menang, itu yang dilaknat," kata Nusron di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/11).

Nusron mengutip hadis Nabi menjelaskan maksud yang pantas dilaknat orang yang gagal memenangkan Golkar. Dia mengatakan, definisi yang dilaknat adalah orang yang amalnya lebih buruk hari ini daripada kemarin.

Nusron mengaku enggan sebetulnya membawa tuhan ke dalam politik. Tetapi, dia mengatakan pihak Airlangga sudah mulai bawa tuhan berpolitik.

"Kalau bicara dilaknat begitu, bukan saya yang memulai loh pak. Saya enggak pernah bawa-bawa Tuhan dalam berpolitik. Masa Tuhan diajak campur tangan dalam politik," kata dia.

Diberitakan, politikus Golkar Aziz Syamsuddin menanggapi wacana Bambang Soesatyo maju di Munas Golkar. Kendati, Bambang sebelumnya mundur sementara karena maju menjadi Ketua MPR didorong Ketum Golkar Airlangga Hartarto.

Aziz mengatakan, tak tahu menahu apa kesepakatan Airlangga dan Bamsoet ketika itu. Pendukung Airlangga itu bilang, kesepakatan tersebut hanya diketahui oleh kedua belah pihak.

"Yang tahu antara Pak Airlangga, pak Bamsoet sama Allah yang tahu. Biar yang mengingkari biar Allah yang melaknatnya," kata Aziz di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/11). [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini