Kodam XXI/Radin Inten telah meluncurkan sebuah inovasi digital bernama Aplikasi Centurion 21, yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Peluncuran ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pendekatan yang terintegrasi dan berbasis data. Aplikasi ini merupakan yang pertama di lingkungan TNI Angkatan Darat (AD) dengan fokus pada sektor pertanian.
Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menyatakan bahwa Aplikasi Centurion 21 akan mendukung pendataan, pemetaan, dan pendampingan sektor pertanian secara terintegrasi. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam upaya menjaga ketersediaan pangan di seluruh wilayah. Peluncuran dilaksanakan di Bandarlampung pada Kamis, 29 Januari.
Aplikasi Centurion 21 dirancang khusus untuk membantu Bintara Pembina Desa (Babinsa) dalam menjalankan tugas pendampingan masyarakat. Dengan fitur-fitur canggihnya, Babinsa dapat lebih efektif dalam mengidentifikasi potensi pertanian di wilayah binaan masing-masing. Data yang terkumpul akan menjadi rujukan penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan.
Advertisement
Advertisement
Aplikasi Centurion 21 menandai langkah maju bagi TNI Angkatan Darat dalam pemanfaatan teknologi digital. Ini adalah aplikasi digital pertama di lingkungan TNI AD yang secara spesifik didesain untuk mendukung program ketahanan pangan nasional dengan basis data yang kuat. Pangdam Kristomei Sianturi menjelaskan bahwa aplikasi ini akan mendata berbagai sektor pertanian yang ada di wilayah, menjadi dasar upaya ketahanan pangan.
Melalui Aplikasi Centurion 21, Babinsa memiliki alat baru untuk memetakan potensi wilayah secara komprehensif. Pemetaan ini mencakup berbagai jenis tanaman pangan seperti padi, sektor perkebunan, hingga potensi perikanan dan peternakan. Kemampuan ini memungkinkan Babinsa memberikan pendampingan yang lebih terarah dan berbasis informasi kepada masyarakat.
Selain sebagai alat pendampingan, aplikasi ini juga berfungsi sebagai sarana pelaporan dan pengendalian kinerja Babinsa di lapangan. Data yang dihimpun diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi internal Kodam, tetapi juga dapat menjadi bahan rujukan esensial bagi pemerintah daerah. Data ini akan sangat berguna dalam penyusunan kebijakan yang tepat sasaran untuk pembangunan pertanian lokal.
Advertisement
Advertisement
Aplikasi Centurion 21 secara signifikan membantu peran Babinsa dalam mendampingi masyarakat di wilayah binaan. Dengan adanya aplikasi ini, Babinsa dapat lebih mudah mengidentifikasi dan mengembangkan potensi pertanian. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memberdayakan masyarakat desa melalui teknologi.
Pangdam Kristomei Sianturi menekankan bahwa data yang dikumpulkan melalui aplikasi ini juga menjadi alat kontrol terhadap kinerja prajurit di wilayah. Transparansi dan akuntabilitas kinerja Babinsa dapat ditingkatkan melalui sistem pelaporan digital ini. Data tersebut pada akhirnya dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dalam pengambilan kebijakan yang strategis.
Pengembangan Aplikasi Centurion 21 ini terinspirasi dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Presiden Prabowo sebelumnya telah menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung program pengentasan kemiskinan dan penguatan ketahanan pangan nasional. Inisiatif Kodam ini merupakan implementasi nyata dari arahan tersebut.
Advertisement
Terkait keamanan data, Kodam XXI/Radin Inten memastikan bahwa seluruh informasi yang tersimpan dalam Aplikasi Centurion 21 terjamin keamanannya. Tidak ada potensi kebocoran data karena akses terhadap informasi penting dibatasi. Data hanya dapat digunakan oleh pihak internal Kodam XXI/Radin Inten sesuai dengan kewenangan yang diberikan.
Advertisement
- Aplikasi Centurion 21 adalah inovasi digital berbasis AI pertama di TNI AD untuk ketahanan pangan.
- Berfungsi untuk pendataan, pemetaan, dan pendampingan sektor pertanian secara terintegrasi.
- Membantu Babinsa dalam mengidentifikasi potensi wilayah dan pelaporan kinerja.
- Data yang terkumpul menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan.
- Pengembangan aplikasi ini merupakan implementasi arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
- Keamanan data menjadi prioritas utama dengan pembatasan akses yang ketat.
Sumber: AntaraNews