Ketua PGRI Jatim: PGRI harus netral
Merdeka.com - Polemik kehadiran calon gubernur (cagub) Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berakhir. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Timur memastikan tidak akan mendukung pasangan calon (paslon) nomor urut satu.
"Kami tidak mendukung Bu Khofifah (calon Gubernur). Kedatangannya ke kantor PGRI bukan karena undangan kami,” kata Ketua PGRI Jawa Timur, Ichwan Sumadi, Jum’at (2/3).
Ichwan mengatakan, calon gubernur nomor urut satu, Khofifah mengirimkan surat ke kantor PGRI tanggal 27 Februari 2018, kemudian PGRI menerima kunjungan Khofifah tanggal 28 Februari 2018. Dalam pertemuan di kantor PGRI Jatim, tidak ada kesepakatan untuk mendukung Khoffiah.
PGRI, lanjut Ichwan, hanya ingin mendengar pemaparan yang diingkan Khofifah sebagai calon gubernur. Namun perlu ditegaskan, PGRI tidak akan memilihnya karena PGRI bersikap netral. Untuk itu, PGRI juga menunggu kunjungan paslon Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno.
"Kita juga akan menerima Gus Ipul (Saifullah Yusuf) kalau ada surat kunjungan yang diberikan," ujarnya.
Yang jelas, PGRI akan memilih calon gubernur yang memiliki visi dan misi jelas. PGRI akan mencari calon yang berwawasan luas, memiliki keberpihakan terhadap anggota PGRI. Keberpihakan ini, ungkap dia, jangan dianggap materi berupa uang. Namun, kebijakan-kebijakan yang dimiliki berpihak pada guru.
Saat ini, ada sekitar 500 anggota PGRI Jawa Timur. Jumlah tersebut akan menjadi meningkat hingga 1000, jika guru anggota PGRI membawa keluarganya. Meski demikian, PGRI tidak akan bermain politik praktis, karena PGRI bersikap netral.
"Tidak ada instruksi untuk mendukung salah satu paslon. Saya tegaskan PGRI netral," jelas Ichwan.
Ichwan mengungkapkan, dalam pertemuan dengan Khofifah, PGRI juga mengundang pejabat-pejabat penting dilingkungan PGRI. Salah satunya adalah Rasiyo, sebagai penasehat PGRI Jatim. Rasiyo yang juga menjabat Komisaris Utama Bank BPR Jatim mengikuti pertemuan karena kapasitasnya sebagai penasehat.
Dalam setiap pemilihan umum (Pemilu), PGRI selalu kebanjiran tamu-tamu, mulai dari DPR, Gubernur/Wali Kota, hingga Gubernur. Begitu juga dengan calon-calon yang ingin maju, karena memang PGRI memiliki anggota yang cukup banyak. Meski demikian, PGRI tidak memberikan intruksi secara langsung. "Tidak adalah kalau intruksi. Pilihan itu ditentukan kalau sudah di bilik suara," akunya. (mdk/hrs)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya