Kartu Prakerja Janji Kampanye Jokowi, Alasan Golkar Pasang Badan Mendukung

Senin, 4 Mei 2020 12:20 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Kartu Prakerja Janji Kampanye Jokowi, Alasan Golkar Pasang Badan Mendukung Tubagus Ace Hasan Syadzily. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Partai koalisi pecah menyikapi program pelatihan online kartu prakerja. PDIP, Gerindra, NasDem bahkan meminta KPK mengusut dugaan salah kelola anggaran Rp5,6 triliun itu.

Partai Golkar paling depan mendukung kartu prakerja yang diluncurkan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto tersebut. Program ini menjadi salah satu janji kampanye Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019 lalu.

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menegaskan, kartu Prakerja itu bukan program yang muncul tiba-tiba. Kartu Prakerja itu merupakan salah satu program yang ditawarkan Presiden Jokowi pada saat kampanye Pilpres 2019.

“Saya sebagai Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Kiai Ma’ruf mengkampanyekan program Kartu Prakerja, bersama dengan kartu lainnya, yaitu Kartu Sembako dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah,” kata dia, saat dihubungi merdeka.com, Senin (4/5).

“Jadi saya sangat heran jika ada pihak-pihak yang mempersoalkan keberadaan Kartu Prakerja ini dan seakan-akan kartu prakerja ini dinilai sebagai program yang tiba-tiba,” ujar dia.

Partai Golkar sebagai partai yang mendukung Jokowi-Kiai Ma’ruf tentu punya kewajiban untuk mengawal janji kampanye dan program yang telah ditetapkan Presiden Jokowi.

“Dalam implementasinya, Kartu Prakerja ternyata mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat. Sampai saat ini, sudah ada 8,4 juta masyarakat yang mendaftar secara daring untuk kartu prakerja ini. Ini tandanya bahwa keberadaan kartu prakerja ini sangat dibutuhkan masyarakat di saat pandemik Covid-19,” ungkapnya.

Baca Selanjutnya: Apalagi lanjut Wakil Ketua Komisi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini