Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menandatangani akta notaris pendirian Kantor Megawati Institute. Momen ini dilakukan bertepatan dengan peringatan HUT ke-53 PDIP sekaligus Rakernas I yang digelar di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, Sabtu (10/1).
Penandatanganan akta notaris dilakukan langsung oleh Megawati Soekarnoputri, disaksikan Ketua DPP PDIP Darmadi Durianto dan Bendahara Umum PDIP Olly Dondokambey.
Prosesi ini juga disaksikan oleh ribuan kader partai. Mereka terdiri atas jajaran pengurus pusat (DPP), pengurus daerah (DPD dan DPC) tingkat provinsi serta kabupaten/kota. meliputi ketua, sekretaris, dan bendahara.
Hadir pula anggota DPR RI Fraksi PDIP, anggota DPRD tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta para kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDI Perjuangan.
Megawati Institute merupakan lembaga nonprofit yang didirikan oleh Megawati Soekarnoputri sebagai wadah pemikiran (think tank) yang berfokus pada pengembangan ideologi Pancasila 1 Juni 1945. Lembaga ini merangkul pemikiran para cendekiawan, baik yang terafiliasi dengan PDI Perjuangan maupun dari kalangan independen.
Saat ini, Megawati Institute dipimpin oleh mantan Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid.
Advertisement
Dalam peranyaan HUT ke-53 PDIP ini, Megawati turut melakukan prosesi potong tumpeng di hadapan ribuan kader partainya. Dia didampingi Prananda Prabowo, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, serta Bendahara Umum PDIP Olly Dondokambey.
Megawati kemudian memberikan potongan tumpeng secara khusus kepada sejumlah tokoh, di antaranya kakak sulung Megawati, Guntur Soekarnoputra, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno, Staf Sekretariat Partai Sri Mastuti, dan Satgas PDIP Broto.
Megawati memotong tumpeng lalu mempersilahkan mereka untuk melengkapi pilihan yang dikehendaki dari tumpeng yang tampak menjulang tersebut.
Advertisement
Dalam Rakernas yang berlangsung pada 10–12 Januari 2026 ini, PDIP mengusung tema "Satyam Eva Jayate" dengan subtema "Di Sanalah Aku Berdiri, Untuk Selama-lamanya". Satyam Eva Jayate merupakan semboyan berbahasa Sanskerta yang berarti "Kebenaran akan Menang". Sementara subtema "Di Sanalah Aku Berdiri, Untuk Selama-lamanya" diambil dari kutipan lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya pada stanza kedua.
Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menyebutkan bahwa Rakernas ini dihadiri oleh pengurus partai tingkat pusat dan daerah yang diwakili oleh unsur ketua, sekretaris, dan bendahara.
"Rakernas ini akan membahas sikap politik partai, termasuk jawaban atas berbagai persoalan geopolitik, krisis ekologis, korupsi, persoalan ekonomi, penegakan hukum, hingga program internal dan tanggung jawab kerakyatan partai," ujar Hasto melalui keterangan persnya, Jumat (9/1).