Harapan Ramadan Prabowo: Tenang, Sejuk, dan Berkecukupan untuk Keluarga Indonesia

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Harapan Ramadan agar umat Islam dapat menjalankan ibadah dalam suasana tenang, sejuk, dan berkecukupan, menegaskan prioritas pemerintah pada kepentingan rakyat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Harapan Ramadan Prabowo: Tenang, Sejuk, dan Berkecukupan untuk Keluarga Indonesia
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Harapan Ramadan agar umat Islam dapat menjalankan ibadah dalam suasana tenang, sejuk, dan berkecukupan, menegaskan prioritas pemerintah pada kepentingan rakyat. (AntaraNews)

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan harapan mendalam agar seluruh umat Islam di Indonesia dapat menyambut serta menjalankan ibadah suci Ramadan dalam suasana yang penuh ketenangan dan kesejukan. Harapan ini juga mencakup kondisi berkecukupan bagi setiap keluarga di seluruh pelosok negeri.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam sambutannya pada acara Mujahadah Kubro yang merupakan bagian dari peringatan Hari Lahir (Harlah) Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU). Acara akbar ini diselenggarakan di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, pada Minggu, 8 Februari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden secara tegas menggarisbawahi komitmen pemerintahannya untuk selalu menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama di atas segala kepentingan lainnya. Hal ini menjadi landasan dalam setiap kebijakan yang akan diambil.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Islam yang akan segera memasuki bulan suci Ramadan. Beliau berharap bulan yang penuh berkah ini dapat dilalui dengan tenang, sejuk, dan dengan kecukupan bagi semua keluarga di Indonesia.

Pemerintah yang dipimpinnya menegaskan bahwa kepentingan rakyat akan selalu menjadi fokus utama dalam setiap program dan kebijakan yang dijalankan. Komitmen ini bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan dan stabilitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Harapan Ramadan Prabowo ini tidak hanya sekadar ucapan, melainkan juga cerminan dari visi pemerintah untuk memastikan setiap warga negara dapat merasakan dampak positif dari pembangunan. Dengan demikian, ibadah Ramadan dapat dilaksanakan dengan khusyuk tanpa beban kekhawatiran.

Presiden Prabowo turut mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu padu dalam doa dan ikhtiar demi kebaikan Indonesia. Beliau berharap agar negara ini senantiasa berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Ajakan ini juga mencakup upaya untuk menjauhkan bangsa dari perpecahan, bencana, serta berbagai usaha yang dapat menimbulkan keresahan dan kericuhan di tengah masyarakat. Persatuan menjadi kunci utama dalam menghadapi setiap tantangan.

Melalui semangat kebersamaan ini, diharapkan bulan suci Ramadan tidak hanya membawa ketenangan dan kedamaian, tetapi juga memperkuat tali persatuan bangsa. Ini merupakan fondasi penting untuk mencapai kemajuan bersama.

Acara Mujahadah Kubro yang dihadiri Presiden Prabowo merupakan puncak rangkaian peringatan Harlah Satu Abad NU. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur pada 7-8 Februari 2026.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas peringatan satu abad Nahdlatul Ulama. Beliau mengakui peran penting organisasi keagamaan ini dalam perjalanan dan pembangunan bangsa Indonesia.

Mujahadah Kubro diperkirakan dihadiri oleh sekitar 105 ribu orang, termasuk 77.541 orang dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jatim dan sekitar 27.000 warga Muslimat NU. Kehadiran jajaran Kabinet Merah Putih serta ulama karismatik turut memeriahkan acara tersebut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi