GREAT Institute Dukung Prabowo Mediator Israel-Iran di Tengah Krisis Kawasan

Di tengah eskalasi konflik yang memanas, GREAT Institute mendukung penuh inisiatif Presiden Prabowo sebagai mediator. Simak peran penting Prabowo Mediator Israel-Iran demi perdamaian kawasan yang berkelanjutan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
GREAT Institute Dukung Prabowo Mediator Israel-Iran di Tengah Krisis Kawasan
Di tengah eskalasi konflik yang memanas, GREAT Institute mendukung penuh inisiatif Presiden Prabowo sebagai mediator. Simak peran penting Prabowo Mediator Israel-Iran demi perdamaian kawasan yang berkelanjutan. (AntaraNews)

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah menawarkan diri untuk menjadi mediator dalam konflik yang kian memanas antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Inisiatif penting ini mendapat dukungan penuh dari Direktur Geopolitik GREAT Institute, Teguh Santosa, yang melihatnya sebagai langkah krusial untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. Tawaran mediasi ini muncul setelah serangkaian serangan dan balasan yang mengancam stabilitas kawasan.

Teguh Santosa menyoroti kerusakan pembicaraan damai AS-Iran yang sebelumnya menunjukkan kemajuan, namun mendadak terganggu oleh serangan Israel. Ia menilai tindakan Israel merugikan perdamaian kawasan dan membahayakan keselamatan warganya sendiri. Oleh karena itu, pendekatan baru diperlukan untuk melanjutkan dialog damai.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui akun X resminya, @Kemlu_RI, mengonfirmasi kesediaan Indonesia untuk memfasilitasi dialog. Presiden Prabowo bahkan menyatakan kesiapannya untuk bertolak ke Teheran guna melakukan mediasi, jika disetujui oleh kedua belah pihak. Langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia terhadap perdamaian global.

Direktur Geopolitik GREAT Institute, Teguh Santosa, secara tegas menyatakan dukungannya terhadap peran Prabowo Mediator Israel-Iran. Menurutnya, pembicaraan damai harus terus diupayakan, dan Indonesia dapat memainkan peran signifikan sebagai mediator. Ia menekankan bahwa tidak ada yang lebih berharga daripada perdamaian kawasan dan keselamatan umat manusia di seluruh dunia.

Teguh Santosa mengapresiasi kesediaan Presiden Prabowo untuk mengajak semua pihak menghindari kehancuran tak terhingga. Ia juga menilai serangan balasan Iran sebagai upaya sah untuk menyamakan kedudukan, sesuai dengan jaminan dalam Piagam PBB. Setelah kedudukan setara, diharapkan terjadi peredaan konflik yang memungkinkan dimulainya kembali pembicaraan damai.

Inisiatif mediasi ini dianggap penting mengingat kompleksitas dan sensitivitas konflik di Timur Tengah. Peran pihak ketiga yang netral dan dihormati seperti Indonesia dapat membuka jalan bagi solusi diplomatik. Hal ini juga sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif Indonesia yang selalu berupaya berkontribusi pada perdamaian dunia.

Eskalasi konflik terjadi menyusul serangan mendadak Israel pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026, terhadap sejumlah pemukiman sipil di Iran. Serangan ini menyasar Tehran, Isfahan, serta kota-kota lain, termasuk kantor pemimpin spiritual Iran, Ayatullah Ali Khamenei. Sebuah asrama putri di Isfahan juga dilaporkan hancur, menewaskan puluhan siswi.

Serangan Israel ini berlangsung di tengah putaran ketiga pembicaraan damai antara AS dan Iran di Jenewa, yang dimediasi oleh Oman. Tindakan Israel tersebut secara efektif merusak upaya diplomatik yang sedang berlangsung. Ini menunjukkan adanya kepentingan tertentu yang dapat menghambat proses perdamaian.

Tidak lama setelah serangan tersebut, Iran melancarkan serangan balasan, menggunakan hak yang diatur dalam Pasal 51 Piagam PBB. Serangan balasan Iran tidak hanya menyasar Tel Aviv, tetapi juga pangkalan-pangkalan militer AS yang berlokasi di negara-negara Teluk. Aksi saling serang ini semakin meningkatkan ketegangan di kawasan.

Dalam konteks inilah, Kemlu secara resmi menyampaikan kesiapan Indonesia untuk memfasilitasi dialog. Presiden Prabowo Subianto menegaskan kesediaannya untuk memediasi dan bahkan mengunjungi Teheran jika diperlukan. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan kembali kondisi keamanan yang kondusif di Timur Tengah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi