Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau Basilika dan Plaza Kerukunan di kawasan peribadatan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Selasa (30/12). Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun IKN yang seimbang antara fungsi pemerintahan, sosial, dan nilai kebangsaan.
Kawasan peribadatan ini dirancang sebagai ruang bersama bagi berbagai umat beragama di Indonesia. Gibran menekankan bahwa fasilitas ini menjadi wujud nyata komitmen negara merawat keberagaman dan toleransi antarumat beragama di IKN.
Peninjauan Gibran Tinjau IKN ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Presiden Prabowo menginginkan IKN mencerminkan wajah Indonesia yang majemuk serta menjunjung tinggi toleransi dan kesetaraan bagi semua umat.
Advertisement
Advertisement
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka secara langsung meninjau progres pembangunan Basilika dan Plaza Kerukunan di Ibu Kota Nusantara. Kunjungan Gibran Tinjau IKN ini menegaskan kembali fokus pemerintah pada pembangunan yang tidak hanya fisik, tetapi juga spiritual dan sosial.
Menurut Gibran, Plaza Kerukunan akan menjadi ruang terbuka publik yang vital, merefleksikan komitmen kuat negara dalam menjaga keberagaman dan persaudaraan. “Saya juga meninjau Plaza Kerukunan, sebuah kawasan ruang terbuka publik yang menjadi wujud nyata komitmen negara dalam merawat keberagaman, toleransi, dan persaudaraan antarumat beragama di IKN,” ujar Gibran.
Arahan Presiden Prabowo Subianto menjadi landasan utama dalam pengembangan kawasan ini. Beliau menekankan pentingnya IKN sebagai cerminan bangsa yang majemuk, di mana toleransi dan kesetaraan bagi seluruh umat beragama terjamin. Fasilitas keagamaan di IKN diharapkan melampaui fungsi ibadah, menjadi simbol peradaban Indonesia yang berlandaskan kebhinekaan.
Advertisement
Advertisement
Salah satu ikon penting dalam kawasan peribadatan yang ditinjau Gibran Tinjau IKN adalah Gereja Basilika Santo Fransiskus Xaverius. Basilika ini akan menjadi yang pertama di Indonesia, menandai tonggak sejarah baru dalam arsitektur keagamaan di tanah air.
Gereja Basilika Santo Fransiskus Xaverius dirancang untuk menampung sekitar 1.600 umat dan ditargetkan selesai pada awal tahun 2026. “Gereja ini dirancang dengan kapasitas sekitar 1.600 umat dan ditargetkan selesai pada awal tahun 2026,” ucap Gibran.
Hingga akhir Desember 2025, progres pembangunan fisik basilika telah mencapai 93,3 persen, menunjukkan kemajuan yang signifikan. Basilika ini dibangun di atas lahan seluas 37.781 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 18.862,68 meter persegi, mencakup berbagai fasilitas pendukung seperti taman doa Jalan Salib, Taman Doa Gua Maria, Wisma Uskup, bangunan penunjang, plaza seremonial, area parkir, serta akses kawasan yang terhubung dengan rumah ibadah lain di sekitarnya.
Advertisement
Advertisement
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa kawasan peribadatan IKN dirancang secara terpadu sebagai simbol nyata toleransi dan persatuan. Ia mengapresiasi desain basilika dan konsep kawasan yang saling terhubung, yang menjadi inti dari Plaza Kerukunan.
Kawasan ini tidak hanya akan memiliki masjid dan basilika, tetapi juga tempat ibadah lainnya seperti pura, serta monumen simbolik berbentuk segi enam yang melambangkan enam agama di Indonesia. “Di kawasan ini nantinya tidak hanya ada masjid dan basilika, tetapi juga tempat ibadah lainnya seperti pura,” ujar Basuki.
Semua fasilitas peribadatan di kawasan inti IKN diharapkan dapat rampung pada Januari 2026. “Semua diharapkan dapat diselesaikan pada bulan Januari ini [2026], sehingga fungsi peribadatan di kawasan inti IKN bisa berjalan dengan baik,” imbuh Basuki.
Advertisement
Sumber: AntaraNews