Fakta Unik: Prabowo Sebut AI Kunci Atasi Kemiskinan dan Swasembada Pangan di KTT APEC

Presiden Prabowo Subianto dalam KTT APEC tegaskan pemanfaatan AI adalah kunci untuk atasi kemiskinan dan mencapai swasembada pangan di Indonesia, memicu pertanyaan tentang potensi teknologi ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Prabowo Sebut AI Kunci Atasi Kemiskinan dan Swasembada Pangan di KTT APEC
Presiden Prabowo Subianto dalam KTT APEC tegaskan pemanfaatan AI adalah kunci untuk atasi kemiskinan dan mencapai swasembada pangan di Indonesia, memicu pertanyaan tentang potensi teknologi ini. (AntaraNews)

Presiden RI Prabowo Subianto baru-baru ini menegaskan peran krusial kecerdasan buatan (AI) dan teknologi tinggi. Hal ini disampaikan dalam APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) sesi ke-2 yang berlangsung di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Korea Selatan, pada awal November. Ia menyatakan bahwa teknologi tersebut menjadi kunci utama bagi Indonesia untuk mempercepat pengentasan kemiskinan.

Pernyataan penting ini disampaikan di tengah forum internasional yang dihadiri para pemimpin ekonomi APEC. Prabowo menyoroti bahwa dunia sedang memasuki era baru yang ditandai oleh kemajuan teknologi. Dia juga menekankan perlunya menghadapi tantangan perubahan demografi yang kompleks.

Dalam konteks pembangunan nasional, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah. Indonesia bertekad menuntaskan kemiskinan dan kelaparan dengan langkah cepat dan terukur. Kedua isu ini dinilai sebagai tugas paling mendesak yang harus segera diselesaikan.

Presiden Prabowo Subianto secara eksplisit menyatakan bahwa tugas paling mendesak bagi Indonesia adalah mengatasi kemiskinan dan kelaparan. Pemerintah memusatkan seluruh upaya untuk mencapai tujuan mulia ini. Oleh karena itu, Indonesia percaya dapat memperoleh manfaat besar dari penggunaan kecerdasan buatan.

Pemanfaatan AI diharapkan dapat memberikan solusi inovatif dalam berbagai sektor. Teknologi ini berpotensi meningkatkan efisiensi dan efektivitas program-program pengentasan kemiskinan. Dengan demikian, target penurunan angka kemiskinan dapat tercapai lebih cepat.

Komitmen ini sejalan dengan visi Indonesia untuk pembangunan berkelanjutan. Penerapan AI tidak hanya sebagai alat, tetapi juga sebagai strategi fundamental. Ini untuk menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan adil di seluruh pelosok negeri.

Selain pengentasan kemiskinan, Prabowo juga menyoroti kontribusi AI dalam sektor pangan. Indonesia kini mulai memetik hasil nyata dari penerapan kecerdasan buatan di bidang pertanian. Teknologi modern ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas pangan nasional secara signifikan.

Presiden menjelaskan bahwa penggunaan AI telah mendorong peningkatan produksi. Hal ini memungkinkan Indonesia mencapai swasembada beras dan jagung. Keberhasilan ini merupakan capaian penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

"Target awal kami adalah mencapai swasembada dalam empat tahun," kata Presiden Prabowo. "Tetapi dengan penggunaan teknologi tinggi, pertanian presisi, dan kecerdasan buatan kami telah berhasil meningkatkan produksi hingga mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah Indonesia semenjak kemerdekaannya." Ini menunjukkan dampak transformatif AI.

Peningkatan produksi pangan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik. Ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai negara agraris yang mandiri. Swasembada pangan merupakan langkah fundamental menuju kemandirian ekonomi.

Presiden Prabowo Subianto menghadiri KTT APEC 2025 di Gyeongju pada 31 Oktober–1 November. Ia didampingi oleh sejumlah pejabat penting. Mereka termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi