Fadli Zon: Baru Sekarang Kita Temukan Presiden Bacanya Doraemon & Shinchan

Selasa, 12 Februari 2019 13:20 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Fadli Zon: Baru Sekarang Kita Temukan Presiden Bacanya Doraemon & Shinchan Fadli Zon di Seknas Prabowo-Sandi. ©2019 Merdeka.com/Genan

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon melemparkan sindiran kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Menurutnya, Jokowi tak tahu kemana membawa arah negara. Padahal ini adalah cita-cita tokoh nasional terdahulu.

Hal itu disampaikan dalam diskusi bertajuk 'Jelang Pilpres Jokowi Blunder & Panik?' di Seknas Prabowo-Sandi, Jalan Hos Cokroaminoto No 93, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/2).

Menurut Fadli, sejarah para tokoh nasional atau para pemikir terdahulu merupakan seorang pembaca dan penulis yang baik dalam membawa bangsa menuju cita-citanya. Tokoh nasional yang dimaksud Fadli antara lain Bung Karno, Bung Hatta dan Agus Salim.

"Sejarah kita ini diisi dengan para pemikir para pejuang itu juga para pemikir. Semua tokoh-tokoh dari gerakan organisasi negara dari sosialis dari islam semuanya adalah pemikir mereka adakah pembaca dan juga penulis sekaligus," kata Fadli.

"Hampir kita tidak menemukan tokoh-tokoh sejarah para pendiri bangsa yang tidak membaca dan tidak menulis," sambungnya.

Karena hal itu, Fadli merasa bingung dengan kepala negara yang memimpin bangsa Indonesia sekarang. Sebab, bacaan seorang presiden malah hobi membaca komik.

"Baru sekarang kita menemukan presiden bacanya adalah Doraemon dan Shinchan. Ini baru sekarang. Nah makanya ini menjadi sebuah tragedi dalam perjalanan bangsa kita ya. Karena kalau dulu mereka membaca sangat luar biasa," tuturnya.

Oleh karenanya, kata Fadli, presiden saat ini seperti kebingungan kemana membawa arah negara. Menurutnya, untuk memimpin negara butuh pemikiran yang matang guna membawa negara menuju cita-cita bangsa.

"Semua dan lain lain semua adalah pemikir penulis-penulis karena untuk membawa sebuah bangsa negara kepada cita-cita itu dia harus tau apa yang dipikirkan ini mau dibawa kemana," ujar Fadli.

"Tapi kalo dia tidak tahu ini lah bahayanya. Dia tidak tahu mau dia bawa kemana bangsa ini 263 juta rakayat, ibaratnya nahkoda kapal, nahkodanya itu tidak tahu mau dibawa kapal ini kemana akhirnya muter-muter di laut kehabisan bbm kapalnya bisa karam. Pulau tujuan yang kita ingin capai tidak tercapai dan akhirnya ini lah yang menueut saya yang terjadi sekarang," tandas Fadli Zon.

Sebelumnya, Calon Presiden petahana nomor urut 01 Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku akan mempertaruhkan jabatan dan reputasi negara dan bangsa Indonesia. Hal itu dia katakan saat memberikan sambutan di acara deklarasi Alumni SMA Jakarta Bersatu, di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (10/2).

"Bapak ibu sekalian saya akan pertaruhkan seluruh jabatan dan reputasi saya untuk kebaikan negara ini bangsa ini dan rakyat kita. Saya tidak memiliki beban masa lalu," kata Jokowi di lokasi, Minggu (10/2).

Jokowi juga mengaku tidak masalah jika selalu difitnah dan dihujani tudingan yang tidak benar. Termasuk juga tudingan antek asing.

"Waktu itu dibilang antek asing. Saya diam tapi saat ini saatnya saya berbicara. Jangan orang memiliki anggapan mentang mentang Jokowi kurus penakut," ungkapnya. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini