13 Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Semarang yang mengundurkan diri kepengurusan partai tidak sebanyak data yang di Kota Semarang. Berdasarkan data internal dan bukti di lapangan, DPC yang mengundurkan diri hanya 6 dari total 16 DPC di Kota Semarang.
"Kami harus klarifikasi dulu soal jumlah. Setahu saya kalau dilihat di plang dan data bukan 13, tapi hanya 6 DPC yang menyatakan mengundurkan diri, mengembalikan mandat," kata Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo Prabowo dikonfirmasi Senin (23/2).
Meski begitu, DPW tetap menghormati keputusan pengurus yang mundur, meskipun menyayangkan proses komunikasi yang dinilai tidak berjalan optimal.
"Tentu kami menghormati keputusan mereka. Tapi sekali lagi ini dinamika yang biasa di sebuah organisasi," ungkapnya.
Dia menilai situasi tersebut merupakan dinamika organisasi yang wajar dalam proses penataan kepengurusan partai. Maka untuk membesarkan partai kepengurusan akan ditempatkan orang-orang terbaik.
"Tentu kami tempatkan orang-orang terbaik. Cuma ada beberapa orang yang tidak bisa menerima ini. Kami bisa maklum dengan cara yang beda-beda," ujarnya.
Yogo juga menyayangkan langkah sebagian kader yang langsung menyampaikan pengunduran diri tanpa menempuh mekanisme internal partai, seperti Mahkamah Kehormatan Partai maupun bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK).
"Jadi karena ada beberapa tahapan yang tidak ditempuh. Bisa bisa banding ke Mahkamah Kehormatan Partai, bisa konsultasi ke OKK. Semua itu tidak ditempuh langsung hajar di media, itu yang kita sayangkan. Kita sudah fasilitasi undangan tidak mau datang. Ini tidak bagus juga, tidak fair juga," jelasnya.
Advertisement
Dengan kekosongan pengurus di enam DPC yang mundur tidak menghambat program partai. Pengurus pengganti telah disiapkan, terutama karena momentum Ramadan menjadi waktu penting bagi kegiatan sosial partai.
"Kami secara organisasi tidak mau juga kosong terlalu lama. Untuk itu, kami sudah siapkan juga orang-orang pengganti," ujarnya.
Advertisement
Dengan adanya polemik internal tersebut, nantinya segera mereda sehingga PSI bisa kembali fokus menjalankan program kerja untuk masyarakat.
"Saya hanya menyampaikan semoga ini segera berlalu ini dinamika organisasi. Semarang saya pikir ke depan akan semakin kuat," pungkasnya.