Rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mendirikan partai baru setelah dipecat dari PDIP membuat banyak kalangan penasaran. Saat ditanyakan terkait partai baru yang direncakannya, Jokowi mengaku masih tahap pematangan.
"Ya masih dalam pematangan, ya," ujar Jokowi sambil tertawa saat ditemui wartawan di kediaman pribadi Jalan Kutai Utara No 1, Sumber, Solo, Jumat (14/2).
Saat ditanyakan apakah partai tersebut akan benar-benar direalisasikan, mantan Gubernur DKI Jakarta itu memberikan jawaban yang sama. Selain pematangan, lanjut dia, masih diperlukan hitung-hitungan yang tepat.
"Masih dalam pematangan, masih dihitung, masih dikalkulasi. Belum tentu juga direalisasikan," ungkapnya sambil tertawa.
Saat kembali dimintai jawaban pasti, Jokowi kembali menegaskan jika partai baru tersebut masih dalam proses pematangan.
"Masih dalam pematangan, masih dihitung masih dikalkulasi. Belum tentu juga direalisasikan," tutupnya.
Sebelumnya Jokowi juga irit bicara saat ditanyakan soal partai baru yang kemungkinan akan didirikannya. Saat ditemui di rumahnya, Jalan Kutai Utara No 1, Sumber, Solo, Kamis (13/2) Jokowi tidak menyebutkan secara gamblang nama partai yang dibentuknya.
Sambil tertawa, mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo menyebut satu nama partai yang belum pernah ada di Indonesia.
"Partai Super Tbk, ya. Sudah," katanya.
Namun sayang ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu tidak menjelaskan terkait nama partai yang diucapkan tersebut. Sambil melempar tawa, Jokowi masuk mobil dan meninggalkan rumah.
Jokowi memang mengakui terkait rencana mendirikan sebuah partai untuk menyalurkan aspirasi politik para pendukungnya. Namun untuk bergabung dengan partai lain, Jokowi masih enggan menyampaikannya.
"Belum berpikir ke arah sana," kata Jokowi dalam sebuah wawancara bersama Najwa Shihab melalui kanal YouTube miliknya belum lama ini.
Namun yang menarik, Jokowi sempat menyinggung konsep partai politik baru. Saat ditanya lebih lanjut maksud partai perseorangan, ia menyebut bahwa gagasan itu masih perlu dimatangkan.
"Keinginan kita ada sebuah partai politik yang super Tbk. Artinya dimiliki oleh seluruh anggota," ungkap Jokowi.
Pertanyaan selanjutnya disampaikan Najwa. Yakni terkait apakah saat ini partai politik hanya dimiliki oleh sekelompok pihak tertentu. Namun sayang pertanyaan tersebut tidak direspon baik oleh Jokowi.
"Saya nggak ingin berbicara mengenai itu," katanya.