Debat capres diusulkan 1 jam, politisi PDIP bilang 'Jokowi empat jam saja kurang'

Jumat, 14 September 2018 17:45 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Jokowi dan prabowo di istana. ©2016 merdeka.com/rizky erzi andwika

Merdeka.com - Kubu koalisi partai politik pengusung capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno ingin model debat ala cerdas cermat dihapus karena tidak efektif bagi para calon memaparkan pemikirannya. Mereka usul, pemaparan visi misi dan program paslon bukan tiga menit, tapi satu jam.

Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin, Aria Bima tidak khawatir jika pemaparan dilaksanakan visi-misi dan program dilakukan selama satu jam. Bahkan dia menantang waktu pemaparan visi misi lebih dari satu jam.

"Kenapa tidak empat jam sekalian. Satu jamnya dari mana gitu loh. Jokowi empat jam tidak selesai lho. Saya malah ragu dari calon sebelah mau apa yang dipaparkan, karena kita dari visi bahkan dari ideologi, visi misi, kebijakan, program, kegiatan lengkap," tegas Bima di markas TKN, Jl Cemara No 19, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/9).

Dia balik menyindir Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan. Seharusnya usul ini juga dimunculkan saat Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertanding di Pilpres.

"Kenapa Pak Hinca saat Pak SBY kampanye dulu tidak mengusulkan? Saya kira itu ide yang perlu kita cermati karena alasannya cukup masuk akal bagaimana paparan visi misi program dan kegiatan itu harus dipaparkan," katanya.

Dia tak keberatan soal usulan penambahan waktu debat tersebut. Politisi PDIP itu menyerahkan aturan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Bima menuturkan, bekal Jokowi sebagai capres dan petahana mampu memaparkan visi misi yang komprehensif dan integratif. Dia berterimakasih atas usulan dari koalisi Prabowo-Sandi.

"Karena kalau Pak Jokowi menyampaikan di DPR saja itu 45 menit waktu nota keuangan itu kurang. Apalagi waktu itu pidato kenegaraan, butuh satu jam tujuh menit menyampaikan visi kenegaraan beliau. Dan memberikan satu hal yang sangat visioner ke depan. Jadi bagi saya tidak perlu khawatir jam yang diberikan untuk seorang calon," ucapnya.

Sebelumnya, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan ingin para pasangan calon membeberkan visi misinya selama satu jam penuh. Hinca tak ingin gaya model debat terburu buru dan paparannya tidak utuh.

"Selama ini kan cuma dikasih berapa menit di televisi terus nanti pake istilah saya tuh debat pake spedometer. Jadi dibilang waktu tinggal 2 detik. ini bukan soal cerdas cermat, ini soal urusan negara ini urusan 250 juta orang," katanya di Jl Daksa I Nomor 10, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/9).

"Ini urusan besar karena itu kami akan mengusulkan dan kami sepakat untuk minta diberi kesempatan calon kita bicara satu jam full tentang pikiran pikirannya," sambungnya.

Sehingga para paslon Pilpres bisa memaparkan jelas soal ekonomi, ketahanan energi, soal lapangan kerja, dan isu lainnya. Dengan demikian, kata Hinca, rakyat mengetahui secara penuh apa jalan pikiran dari para kandidat.

"Karena itu kami menolak untuk dibuat semacam tontonan cerdas cermat itu karena itu buat kami penting," ujarnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini