Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bibit Waluyo minta maaf kepada warga Solo

Bibit Waluyo minta maaf kepada warga Solo Bibit Waluyo. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo pernah berseteru dengan Jokowi saat masih menjabat wali kota Solo. Meski begitu, dia yakin dalam pemilihan gubernur Jateng mendatang, masyarakat Solo dan sekitarnya akan mendukung dirinya.

"Oh ya, yakin seyakin-yakinnya. Karena saudara-saudara saya semua mendukung program 'bali desa mbangun desa' itu program pembangunan yang terukur dan riil. Opo meneh, dengan program itu pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah mencapai 6,3 dan 6,2 persen secara nasional," ujar Bibit usai pelantikan Wakil Wali Kota Solo, di Gedung Dewan, Solo, Rabu (17/4).

Menurut Bibit, dengan program 'bali desa mbangun desa' Jateng bisa surplus beras 3,1 juta ton. Sisa kalau cuma dimakan warga Jateng. Bahkan menurutnya, bisa membantu sebagai penyangga pangan nasional 14% hingga 16%.

"Masih banyak keberhasilan-keberhasilan lainnya. Kota dan desa itu menurut saya sama saja. Jadi program 'bali desa mbangun desa' tetap bisa diaplikasikan di mana saja, termasuk di kota Solo," imbuhnya.

Sebelumya, saat memberikan sambutan dalam pelantikan wawali Solo, Bibit dengan penuh canda, mengajak Wali Kota dan warga untuk melupakan ketegangan yang pernah terjadi antara dirinya dengan mantan Wali Kota saat itu Jokowi.

"Wis to ayo dilalekke wae (sudahlah ayo lupakan saja). Yang sudah ya sudah. Aku kok terus dipaido, gek salahku ki opo. (Aku kok selalu tidak dipercaya. Salah saya itu apa)," keluhnya.

Bibit juga meminta maaf kepada masyarakat Solo jika keputusannya selama ini menyakiti warga, meskipun dirinya menganggap tak ada yang keliru saat dirinya mengambil kebijakan.

"Masyarakat Solo ini terkenal selalu adem ayem. Maaf kalau saya salah, terimakasih telah dikoreksi," tambahnya.

Pada bagian akhir Bibit mengajak warga untuk kembali melanjutkan program 'bali desa mbangun desa'. Salah satu hasil program tersebut adalah dibangunnya tol Semarang-Solo, yang sangat dinantikan warga.

Sebelumnya Bibit Waluyo, tahun 2012 pernah bersitegang dengan Wali Kota Jokowi. Ketegangan tersebut lantaran Pemprov Jateng akan membangun lahan milik bekas Pabrik Es Saripetojo menjadi sebuah mal. Keputusan tersebut ditentang wali kota dan warga Solo, lantaran lahan tersebut masuk dalam daftar Benda Cagar Budaya (BCB). (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP