Anggota DPR Serap Aspirasi Disabilitas dan Lansia Magetan, Janji Perjuangkan Hak Masyarakat Rentan

Novita Hardini, Anggota Komisi VII DPR RI, menyerap Aspirasi Disabilitas dan Lansia Magetan, menegaskan komitmen negara hadir bagi kelompok rentan dan berjanji akan membawa setiap masukan ke tingkat pusat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Anggota DPR Serap Aspirasi Disabilitas dan Lansia Magetan, Janji Perjuangkan Hak Masyarakat Rentan
Novita Hardini, Anggota Komisi VII DPR RI, menyerap Aspirasi Disabilitas dan Lansia Magetan, menegaskan komitmen negara hadir bagi kelompok rentan dan berjanji akan membawa setiap masukan ke tingkat pusat. (AntaraNews)

Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, baru-baru ini menyerap aspirasi dari penyandang disabilitas dan lansia di Desa Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dalam kegiatan resesnya. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk mendengarkan langsung keluhan serta kebutuhan masyarakat rentan di daerah tersebut. Novita Hardini menekankan bahwa kehadiran negara sangat krusial untuk memastikan kesejahteraan seluruh warganya.

Dalam dialog interaktif, berbagai isu krusial diungkapkan oleh warga Magetan, mulai dari kebutuhan aksesibilitas hingga tekanan ekonomi. Aspirasi ini menjadi cerminan nyata tantangan yang dihadapi oleh kelompok disabilitas dan lansia dalam kehidupan sehari-hari mereka. Novita Hardini berkomitmen untuk membawa setiap masukan ini ke tingkat pusat.

Selain menyerap aspirasi, Novita juga menyalurkan bantuan paket sembako kepada ratusan perempuan lansia dan penyandang disabilitas. Langkah ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok yang seringkali memberatkan. Seluruh catatan dari reses akan menjadi bahan pembahasan penting di DPR RI.

Perjuangan Aksesibilitas dan Bantuan Kesehatan untuk Disabilitas

Novita Hardini menyoroti pentingnya aksesibilitas dan penyediaan alat bantu kesehatan bagi penyandang disabilitas setelah menerima aspirasi dari warga. Salah satu contoh konkret datang dari Trisna, yang meminta bantuan kursi roda untuk ibunya yang baru saja menjalani amputasi kaki. Kasus ini menunjukkan kebutuhan mendesak akan dukungan pemerintah.

“Aspirasi seperti yang disampaikan Pak Trisna adalah pengingat bahwa negara harus hadir di setiap gang dan rumah warga,” kata Novita. Ia berjanji akan segera mengupayakan bantuan alat kesehatan ini agar ibunda Trisna dapat kembali memiliki mobilitas dan kemandirian. Komitmen ini menegaskan peran DPR dalam memastikan hak-hak penyandang disabilitas terpenuhi.

Penyediaan fasilitas yang memadai dan bantuan yang tepat sasaran menjadi kunci utama untuk mewujudkan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan bagi semua lapisan. Novita Hardini memastikan bahwa upaya ini akan menjadi prioritas dalam tindak lanjut aspirasi dari Magetan.

Mengatasi Tekanan Ekonomi dan Pemberdayaan Lansia

Selain isu disabilitas, warga juga menyampaikan keluhan terkait tekanan ekonomi akibat kenaikan harga kebutuhan pokok. Tatik, seorang warga, meminta agar setiap kebijakan pemerintah mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat kecil. Ia menegaskan bahwa kebutuhan pokok di rumah harus selalu terpenuhi.

Menanggapi hal tersebut, Novita menegaskan pihaknya akan membawa aspirasi warga terkait perluasan lapangan kerja inklusif dan penguatan pemberdayaan ekonomi perempuan ke tingkat pusat. Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kreatif disebut sebagai salah satu solusi potensial. UMKM dapat meningkatkan kemandirian ekonomi kelompok rentan, termasuk perempuan lansia.

“Kebijakan ekonomi tidak boleh hanya memanjakan yang produktif, tapi harus melindungi yang rentan,” ujar Novita. Ia berjanji akan terus mendesak pemerintah agar program pemberdayaan ekonomi perempuan menyentuh hingga lapis lansia. Ini penting agar mereka tetap berdaya dan mandiri di hari tua, menghadapi tantangan ekonomi yang ada.

Komitmen DPR untuk Kebijakan Berpihak pada Rakyat

Novita Hardini menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang diterima selama kegiatan reses akan menjadi bahan pembahasan dalam rapat kerja DPR RI. Tujuannya adalah memastikan kebijakan pemerintah pusat tetap berpihak kepada masyarakat kecil. Ini menunjukkan fungsi pengawasan dan representasi DPR yang kuat.

“Saya memastikan bahwa seluruh catatan dari Desa Ngariboyo akan menjadi poin penting dalam rapat-rapat kerja di DPR RI,” kata Novita. Hal ini untuk memastikan kebijakan pemerintah pusat tetap berpihak pada 'wong cilik'. Komitmen ini mencerminkan upaya legislatif dalam menyuarakan kepentingan rakyat di parlemen.

Penyaluran bantuan paket sembako kepada ratusan perempuan lansia dan penyandang disabilitas juga menjadi bagian dari upaya konkret. Bantuan ini bertujuan membantu meringankan beban masyarakat di tengah fluktuasi harga harga pangan. Ini adalah langkah nyata dari wakil rakyat dalam memberikan dukungan langsung kepada konstituennya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi