Airlangga tak jadi Cawapres, koalisi Golkar-Demokrat bisa terjadi

Jumat, 13 Juli 2018 02:15 Reporter : Ahda Bayhaqi
Airlangga tak jadi Cawapres, koalisi Golkar-Demokrat bisa terjadi Pertemuan pimpinan Partai Golkar dan Bawaslu. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio melihat potensi Partai Golkar keluar dari koalisi Joko Widodo di Pilpres 2019. Menurut dia, Golkar bisa saja membentuk poros baru bersama Partai Demokrat.

Hendri mengatakan, Airlangga bisa saja dipasangkan dengan Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Hanya, masalahnya adalah umur putra Susilo Bambang Yudhoyono itu harus 40 tahun saat masa pendaftaran.

"Siapa yang bisa mencegah koalisi Golkar-Demokrat, Airlangga-AHY. Itu terjadi kalau misal Airlangga tidak diambil dengan tabungan 14 persen dengan Demokrat pasti akan mudah," kata dia.

Hendri melihat sinyal kepindahan Golkar dari manuver Airlangga bertandang ke kediaman SBY beberapa waktu lalu. Meski usai pertemuan Airlangga dan SBY, Golkar disebut mengajak Demokrat berkoalisi dengan Jokowi, tapi dia melihat kebalikannya.

"Bamsoet bilang Airlangga ketemu SBY untuk ajak SBY koalisi, enggak mungkin, saya melihatnya kebalik, SBY 10 tahun jadi presiden yang bisa terjadi SBY ngajak Airlangga koalisi," ucapnya.

Karena itu, nama TGB Zainul Majdi menjadi populer belakangan. Hendri menilai sosok TGB mampu menjadi jalan tengah bagi Jokowi karena tidak berafiliasi dengan partai. Selain itu, figur TGB berlatarbelakang religius menguntungkan Jokowi.

"Nama terakhir kayak TGB muncul jadi naik sekarang karena jadi solusi ketika Jokowi butuh sosok religius dan tidak mewakili parpol," katanya. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini