Advertisement
Kegagalan AHY itu akibat manuver Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memilih Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menjadi pendamping Anies.
Advertisement
"Kan tidak mungkin satu dua kali bertemu langsung klop gitu, pasti ada pertemuan-pertemuan yang memang di luar pertemuan-pertemuan kami,"
ujar Herman kepada wartawan di Gedung Parlemen Jakarta, Jumat (1/9).
merdeka.com
Advertisement
"Seperti orang lah sudah mau nikah nyiapin panggung, sudah ada janur tiba-tiba kok nikahnya sama orang lain tanpa memberitahu dan sebagainya, gimana perasaan kita ya toh,"
sambung Herman.
Herman menyinggung etika dan moral berpolitik ketika melihat manuver Surya Paloh menjodohkan Anies dengan Cak Imin secara pihak.
"Nah ini juga yang saya kira harus dimaknai dan mudah-mudahan keterangan ini juga menjelaskan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa dalam membangun politik mari kita kedepankan moral, etika yang baik," ungkap Herman.
Advertisement
"Sehingga, juga ini nanti akan menjadi tuntunan kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik untuk seluruh rakyat Indonesia,"
pungkasnya.
Advertisement
"Sesuatu yang tidak terduga dan sulit dipercaya terjadi. Di tengah proses finalisasi kerja Parpol koalisi bersama Capres Anies dan persiapan deklarasi (Anies-AHY), tiba-tiba terjadi perubahan fundamental dan mengejutkan,"
kata Teuku Riefky dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (31/8).
merdeka.com
Advertisement
Advertisement
Dalam surat tersebut, Anies mengungkapkan harapannya agar AHY berkenan untuk mendampinginya di Pilpres 2024.