Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

AHY Banggakan Era SBY, PAN: Masa Jelek-jelekin Bapaknya? Ya Pasti Puji

AHY Banggakan Era SBY, PAN: Masa Jelek-jelekin Bapaknya? Ya Pasti Puji AHY Diteriaki Cawapres. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto menilai apa yang disampaikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terkait dengan masyarakat lebih baik pada era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu merupakan haknya.

Diketahui, Ketua Umum Partai Demokrat itu menyampaikan hal tersebut usai melantik para Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PD di Gor Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (11/10).

"Ya semua orang kan bebas berpendapat, kalau AHY ngomongin bapaknya, ya masa jelek-jelekin bapaknya? Ya pasti muji bapaknya dong," kata Yandri kepada wartawan, Rabu (12/10).

Dia justru merasa bingung, apabila AHY justru malah menyerang bapaknya yang notabene Presiden RI ke-6 atau sebelum periode Joko Widodo (Jokowi).

"Saya bingung kalau AHY nyerang SBY kan? Jadi kalau dia muji-muji SBY ya layak, dan memang tugas sebagai anak kalau ya," ujarnya.

Sehingga menurutnya, apa yang disampaikan oleh AHY tidak boleh diperdebatkan dan hal tersebut merupakan yang biasa saja.

"Jadi itu biasa saja. Enggak perlu diperdebatkan kalau anak muji ayah. Anak berbakti ke orang tua," tutup Yandri.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berharap agar adanya peningkatan raihan suara kursi partainya pada saat pemilihan anggota legislatif nanti. Hal ini disampaikan usai melantik para Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PD di Gor Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (11/10).

"Kita juga sudah berikhtiar berupaya sekuat tenaga, semoga terbangun koalisi dan pada akhirnya Kader Partai Demokrat bisa mengikuti sebagai kandidat dalam Pilpres 2024. Bukan kekuasaan yang kita incar, tetapi kita pengen mengusung perubahan dan perbaikan," kata AHY sapaan akrabnya kepada wartawan, Selasa (11/10).

Saat itu, ia pun bertanya kepada para kader alasan mengapa diperlukannya perubahan dan perbaikan. Hal ini dikarenakan menurutnya kehidupan masyarakat hari ini tidak lebih baik pada saat zaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat sebagai Presiden ke-6.

"Banyak yang hidupnya semakin sulit. Betul? (Betul). Kita tidak ingin membanding-bandingkan ketika Indonesia dipimpin oleh presiden SBY, ketika Partai Demokrat berada dalam pemerintahan nasional," ujarnya.

"Tetapi faktanya memang demikian bahwa ketika itu masyarakat Indonesia hidup lebih baik, hidup lebih sejahtera. Demokrat berada dalam pemerintahan nasional, tapi faktanya memang demikian," sambungnya.

Ia pun mengungkapkan, ketika SBY menjadi orang nomor satu di Indonesia, masyarakat disebutnya hidup lebih baik dan lebih sejahtera. Bahkan, kemiskinan saat itu pun diklaimnya menjadi menurun.

"Pengangguran menurun ketika itu, sekarang di sana sini masyarakat kita hidupnya sulit, bukan hanya di pulau Jawa tapi di seluruh Indonesia. Saya berkeliling ke berbagai daerah mencoba berdialog dengan rakyat, dan dapat ditangkap bahwa mereka sangat menginginkan perubahan dan perbaikan. Jadi perbaikan ini bukan keinginan Demokrat semata, tapi keinginan masyarakat Indonesia," ungkapnya.

Selain itu, sebagai partai oposisi dirinya ingin agar dapat mengkritisi sejumlah program pemerintah yang memang dinilainya tidak pro dengan rakyat.

"Dan Demokrat sebagai partai oposisi hari ini harus menunjukkan warnanya, warna kita biru. Tapi kita harus menunjukkan bukan hanya berbeda dibandingkan yang lain, tapi karena kita ingin mengkritisi program-program yang tidak pro rakyat. Kita ingin membangun kesadaran kolektif masyarakat kita bahwa pada akhirnya pembangunan itu untuk rakyat, bukan sebaliknya," tegasnya.

"Pembangunan infrastruktur itu penting, tetapi jangan sampai melupakan pembangunan manusianya. Faktanya, harga bagaimana? Mahal? Bbm gimana? Sembako gimana? Penghadilan gimana? Daya beli gimana?. Oleh karena itu, mari sekali lagi kita membangun kebersamaan yang merakyat, memperjuangkan perubahan dan perbaikan," sambungnya.

AHY pun mengungkapkan, ingin memotret berbagai isu yang memang menjadi kesulitan rakyat hari ini seperti ekonomi yang dianggapnya semakin tidak baik.

"Hutang kita gimana bapak-ibu sekalian? Banyak warga yang mengutang? UMKM kita bagaimana UMKM? Guru honorer gimana? Buruh kita gimana buruh kita?," tanya AHY ke kader.

"Oleh karena itu bapak-ibu sekalian, kita sekali lagi satukan energi kita, dan saya bisa merasakan dari Gor Ciracas ini kita menyatukan energi bukan hanya visi, dan insya Allah setelah ini kita bergerak sampai dengan tanggal 14 Februari 2024 nanti. Siap semuanya? Siap memenangkan Partai Demokrat? Bangun elektabikitas kita," tutupnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP