Adik Gus Dur: Soal ejekan politisi Malaysia, gitu aja kok repot
Merdeka.com - Adik kandung almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Lily Chodijah Wahid menanggapi dingin ejekan anggota Organisasi Bangsa Melayu Bersatu (UMNO) Malaysia, Zainudin Maidin terhadap kakaknya.
Menurutnya, pernyataan politisi Malaysia itu tak penting dan tidak akan memberi pengaruh apa-apa. Lily bahkan mengatakan, jika Gus Dur masih hidup, tentu kiai kebanggaan warga Nahdhatul Ulama (NU) itu hanya tersenyum tanpa harus menanggapi lebih lanjut.
"Sebagai adik-adiknya, kami tidak berpikir itu penting. Kalau almarhum masih hidup, paling komentarnya 'gitu aja kok repot'. Artinya kita buang-buang energi ngurus hal yang seperti itu," kata Lily saat dihubungi, Rabu (19/12).
Lily yang juga menjabat sebagai anggota Komisi I DPR itu, menyebut Zainudin memiliki kebiasaan suka mengumbar perkataan yang berbau provokatif. Untuk itu dia mengajak kepada bangsa Indonesia supaya tidak terpancing dengan ulah Zainudin.
"Zainudin itu mulutnya loncer, gak usah diperhatikan," terangnya.
Selain itu, pernyataan Zainudin menghina Gus Dur, hanya sebagai cara pintas mencari popularitas menjelang pemilihan perdana menteri baru Malaysia. Namun, Lily menilai usaha pintas Zainudin tersebut tidak berhasil lantaran masyarakat Malaysia sudah mengetahui tabiat buruknya.
"Cercaan atau hujatan Zainudin untuk almarhum,sama sekali tidak mempengaruhi nama baik dan nama besar almarhum," tegas Lily.
Di situs pribadinya zamkata.blogspot.com, Zainudin kembali membuat publik Indonesia marah. Lelaki 72 tahun itu menuding Gus Dur sebagai seorang pemimpin yang tidak menghormati kedaulatan Malaysia dan terlalu jauh ikut campur urusan politik dalam Negeri Jiran itu.
Tulisan yang dibuat pada Selasa (18/12) itu juga mengecam Gus Dur, sebagai tokoh yang sok tahu karena hendak mengajarkan demokrasi pada Malaysia.
Zainudin malah membandingkan Gus Dur dan BJ Habibie dengan mantan Presiden Soeharto. Menurut dia, keduanya harus belajar dari Soeharto yang telah bersusah payah menjaga hubungan baik dengan Malaysia, saat itu dipimpin Tun Abdul Razak, dan tidak mencampuri otoritas dalam negeri masing-masing. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya