154 Pendaftar calon komisioner KPU Sulsel didominasi dosen dan petahana

Kamis, 22 Februari 2018 19:32 Reporter : Salviah Ika Padmasari
154 Pendaftar calon komisioner KPU Sulsel didominasi dosen dan petahana Tim seleksi KPU Sulsel. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Tenggak waktu pendaftaran calon penyelenggara pemilu untuk KPU Sulsel periode 2018-2023 berakhir Rabu (21/2) kemarin. Total pendaftar sebanyak 154 orang masing-masing 148 yang mendaftar langsung atau membawa berkasnya ke sekretariat tim seleksi dan dan enam lainnya melalui pos dan email.

Ratusan pelamar atau pendaftar yang datang dari berbagai kabupaten/kota di wilayah Sulsel ini akan mengerucut menjadi tujuh orang setelah tiba di tangan KPU RI yang melakukan proses seleksi terakhir nantinya.

Ketua tim seleksi KPU Sulsel, Basti Tetteng mengatakan, 154 orang pendaftar ini dari latar belakang pekerjaan yang beragam. Namun didominasi dosen atau akademisi yakni sebanyak 40 orang dan 28 orang petahana atau mereka yang masih aktif sebagai komisioner di KPU.

Mereka di antaranya empat orang dari lima komisioner KPU Sulsel dan 24 komisioner KPU di sejumlah kabupaten/kota seperti Kabupaten Sidrap, Bantaeng, Gowa, Bone, Maros, Luwu dan Luwu Utara.

"Soal yang petahana ini memang berbekal pengalaman lebih tapi untuk menjadi komisioner, pengalaman dan mau kerja itu hanyalah salah satu komponen penilaian. Masih banyak komponen penilaian lainnya seperti independensi dan integritas. Diantara petahana ini, kami telah mendapatkan data mana-mana saja diantara mereka yang pernah mendapatkan teguran selama menjadi komisioner. Berpengalaman iya, tapi apakah independen, itu semua akan jadi catatan bagi kami, mereka layak atau tidak," kata Basti Tetteng didampingi anggota tim seleksi Titi Anggraini saat ditemui di sekretariatnya Jalan Bontolangkasa, Makassar, Kamis (22/2).

Sementara itu, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menambahkan, mulai di perekrutan tahun ini komisioner KPU Sulsel periode 20182023 itu tujuh orang, bukan lagi lima orang. Karena pertimbangan jumlah penduduk di Sulsel sebagaimana aturan yang diamanahkan dalam UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilu dan PKPU No 7 tahun 2018 tentang seleksi komisioner berhak menjadi komisioner atau penyelenggara pemilu.

"Setelah berkas pendaftar semua masuk, langkah selanjutnya adalah pemeriksaan secara intensif. Kami berharap masyarakat pro aktif memberi atau memasukkan tanggapan ke kami mengenai para calon komisioner ini sekaitan dengan integritas mereka," kata Titi Anggraini. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini