Yenny Wahid Sebut Ganjar Penduli Isu Kesetaraan Gender: Punya Gelar He for She dan Diakui PBB

Ganjar ingin kebijakan-kebijakan yang ada melibatkan peranan perempuan.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Yenny Wahid Sebut Ganjar Penduli Isu Kesetaraan Gender: Punya Gelar He for She dan Diakui PBB
Yenny Wahid Sebut Ganjar Penduli Isu Kesetaraan Gender: Punya Gelar He for She dan Diakui PBB (Merdeka.com)

Kepedulian Ganjar bukan hanya pada kepentingan perempuan saja, tetapi juga soal keluarga.
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dewan Penasihat Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid mengatakan, calon presiden (capres) Ganjar Pranowo sangat peduli terhadap isu kesetaraan gender. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Bahkan Ganjar juga menjadi duta He For She dan diakui oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

"Satu-satunya kandidat capres yang punya gelar He for She itu adalah Ganjar Pranowo. Jadi sudah diakui PBB bahwa Pak Ganjar sangat peduli terhadap kepentingan perempuan," katanya usai menghadiri Istighosah di Pondok Pesantren Assa'adah, Cipayung, Depok, Kamis (7/12).


Kepedulian Ganjar bukan hanya pada kepentingan perempuan saja, tetapi juga soal keluarga. Jadi sudah diakui PBB bahwa Ganjar sangat peduli terhadap kepentingan perempuan. Ganjar ingin kebijakan-kebijakan yang ada melibatkan peranan perempuan.

"Pak Ganjar itu, pertama bukan cuma soal perempuan saja, tapi juga soal keluarga karena keluarga itu penting. Tetapi, bahwa perempuan itu harus diberdayakan. Pak Ganjar ingin agar kebijakan ke depan ada yang namanya pengarusutamaan gender, akhirnya perempuannya terlibat semua," ujarnya.


Yenny menuturkan, saat ini banyak hal terutama di tingkat desa yang keputusannya hanya melibatkan bapak-bapak saja. Ganjar berharap nantinya perempuan ikut dilibatkan dalam urusan kepentingan masyarakat.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Nah, kalau bisa ibu-ibu terlibat. Ibu-ibu tahu dong dana desa buat kepentingan masyarakat juga. Ibu-ibu ingin dilibatkan, ini contohnya," katanya.

Saat ini di banyak negara, diskriminasi terhadap perempuan masih banyak terjadi. Misalnya sistem penggajian yang tidak seimbang untuk perempuan. PBB berjuang agar kesetaraan gender bisa terwujud. Salah satunya melalui laki-laki yang berjuang untuk perempuan.


"Di banyak negara perempuan masih alami diskriminasi. Nah, jadi PBB kemudian berjuang dan menghargai laki-laki yang mau berjuang untuk membantu perempuan agar lebih berdaya. Ada titelnya He For She," pungkasnya.

Rekomendasi