World Moslem Scout Jamboree 2025 di Jakarta Gaungkan Dukungan untuk Palestina

Agenda pramuka muslim pertama di dunia ini menjadi salah satu rangkaian peringatan 100 Tahun Pesantren Gontor.

Muhammad Radityo Priyasmoro
World Moslem Scout Jamboree 2025 di Jakarta Gaungkan Dukungan untuk Palestina
Pondok Pesantren Darul Amanah Kendal mengirim 100 peserta untuk mengikuti Jambore Pramuka Muslim Dunia atau World Moslem Scout Jamboree (WMSJ) 2025 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. (Istimewa) (@ 2025 merdeka.com)

Suasana haru menyelimuti penutupan World Moslem Scout Jamboree (WMSJ) 2025 ketika belasan ribu peserta dari berbagai negara secara serentak menyerukan doa dan dukungan bagi Palestina. Di tengah gemerlap closing ceremony di Bumi Perkemahan Cibubur, suara solidaritas bergema kuat, menandai akhir acara dengan pesan kemanusiaan yang mendalam.

Agenda pramuka muslim pertama di dunia ini menjadi salah satu rangkaian peringatan 100 Tahun Pesantren Gontor dan sekaligus menegaskan komitmen Indonesia sebagai bangsa yang cinta damai dan menolak penjajahan.

Mengutip siaran pers, suasana hening menyelimuti arena ketika Ketua Panitia Peringatan 100 Tahun Gontor, Hamid Fahmy Zarkasyi, mengajak 15.333 peserta untuk mendoakan rakyat Palestina yang tengah berjuang melawan penindasan, dengan membaca surat Alfatihah.

"Untuk rakyat Palestina yang sedang kelaparan, kesusahan, mari kita doakan bersama-sama dengan membaca Al-Fatihah," ucapnya lantang, disambut ribuan suara yang bergema membaca surat Alfatihah, seperti dikutip Minggu (14/9).

Momen itu semakin kuat ketika Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan apresiasinya kepada WMSJ yang telah menjadikan pesan damai untuk Palestina sebagai agenda utama.

"Menurut saya luar biasa. Pesan damai untuk Palestina, untuk Gaza yang kini porak-poranda, menjadi inti dari kegiatan ini. Kita semua berdoa agar segera datang keadilan dan kebebasan," tutur Pramono yang hadir ke acara tersebut pada Sabtu 13 September 2025.

Pramono juga menyatakan keprihatinannya atas penderitaan panjang yang dialami rakyat Palestina akibat agresi zionisme Israel.

“Ini adalah keprihatinan kita bersama. Semoga segera ada solusi dan Palestina bisa merdeka dengan damai,” tambah Pramono.

Dengan lantang, WMSJ menyampaikan bahwa jambore pramuka muslim sedunia ini bukan sekadar pertemuan pramuka, tetapi gerakan moral global yang melahirkan generasi muda muslim berkarakter, beradab, dan peduli kemanusiaan.

"Dari Jakarta, pesan damai dan seruan pembebasan Palestina diperdengarkan untuk dunia," kata Hamid.

Sebagai informasi, WMSJ diselenggarakan di Buperta Cibubur dan diikuti 15.333 peserta: 7.149 putra, 6.349 putri, 1.718 pembina, serta 117 panitia dan pengurus pesantren. Jambore melibatkan 1.530 grup pramuka dari 18 negara, antara lain dari Arab Saudi, Malaysia, Oman, Qatar, Brunei Darussalam, Maladewa, Tunisia, hingga Inggris dan Ghana.

Kepada semua pihak terlibaf, Hamid menyampIkan ucapan terima kasih kepada 472 panitia dan 2921 volenteer yang sudah terlibat dalam pelaksanaan kegiatan dari tanggal 9 September hingga 14 September 2025.

Dia menegaskan, WMSJ adalah ruang kebersamaan, pendidikan kepemimpinan, dan panggung suara perdamaian.

"Dari Jakarta, dunia mendengar We are Muslim, Civilized, United and Peaceful – Free Palestine!," katanya.

Rekomendasi