Wisata Anyer dan Carita Ramai, Polisi Terapkan Sistem Satu Arah dan Buka Tutup Jalan

Selain itu, untuk mengurangi kemacetan di jalur utama, polisi juga mengalihkan lalu lintas ke jalan alternatif yang tersedia.

Yandhi Deslatama
Oleh Yandhi Deslatama - Reporter
Wisata Anyer dan Carita Ramai, Polisi Terapkan Sistem Satu Arah dan Buka Tutup Jalan
Wisatawan memadati salah satu pantai di kawasan Anyer, Banten saat libur Lebaran 2019. (Yandhi Deslatama) (© 2026 Liputan6.com)

Jalan menuju Pantai Anyer dan Carita saat ini dipadati oleh kendaraan wisatawan yang datang berkunjung. Untuk mengatasi masalah ini, pihak kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas dengan sistem one way yang diberlakukan mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.

"One way berlaku sejak simpang Ciwandan, Kota Cilegon, hingga wilayah Anyer, Kabupaten Serang, Banten," ungkap petugas.

Selain itu, untuk mengurangi kemacetan di jalur utama, polisi juga mengalihkan lalu lintas ke jalan alternatif yang tersedia.

Pengalihan arus lalu lintas ini mencakup kendaraan yang berasal dari Kota Serang dan Kota Cilegon, yang diarahkan menuju Mancak dan selanjutnya ke Pasar Anyer. Kebijakan rekayasa lalu lintas ini, termasuk buka tutup jalan dan sistem one way, akan diterapkan secara situasional, tergantung pada tingkat kepadatan kendaraan yang menuju objek wisata.

"Kami juga telah menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way, penyekatan, serta pengalihan arus ke jalur alternatif untuk memastikan arus kendaraan tetap lancar," jelas Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Hutapea, pada Senin, (23/3).

Untuk lebih mengurangi kepadatan lalu lintas yang menuju wisata Pantai Anyer, Cinangka, hingga Carita, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk mempertimbangkan destinasi wisata alternatif lainnya. Beberapa pilihan yang disarankan adalah Banten Lama, Cikoromoy, Ujung Kulon, Baduy, maupun Tanjung Lesung.

"Polda Banten mengimbau kepada masyarakat agar dapat memilih alternatif destinasi wisata lainnya guna menghindari penumpukan di kawasan Anyer dan Carita," terangnya.

Pengendara diharapkan untuk tidak saling serobot di jalan, serta perlu bersabar dan mematuhi arahan dari personel gabungan yang bertugas di lapangan. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kemacetan yang berkepanjangan yang dapat membahayakan keselamatan jiwa wisatawan.

Selain itu, orang tua juga diminta untuk selalu menjaga anak-anak mereka saat berada di objek wisata demi keamanan dan kenyamanan bersama.

"Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk menyesuaikan waktu perjalanan serta mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama, khususnya bagi wisatawan yang membawa anak-anak," jelasnya.

Dengan mengikuti imbauan ini, diharapkan pengalaman berwisata dapat berlangsung dengan aman dan menyenangkan bagi semua pihak yang terlibat.

Rekomendasi