Waspada! Kawanan Gajah Liar 18 Ekor Terpantau di Jalan Suoh-Tanggamus, Warga Diminta Hati-hati

Pengguna jalan Suoh-Tanggamus di Lampung Barat diimbau ekstra waspada. Sebanyak 18 gajah liar terpantau berada di jalur tersebut, bahkan sempat merusak permukiman warga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Waspada! Kawanan Gajah Liar 18 Ekor Terpantau di Jalan Suoh-Tanggamus, Warga Diminta Hati-hati
Pengguna jalan Suoh-Tanggamus di Lampung Barat diimbau ekstra waspada. Sebanyak 18 gajah liar terpantau berada di jalur tersebut, bahkan sempat merusak permukiman warga. (AntaraNews)

Masyarakat yang berencana melintasi ruas jalan penghubung Suoh-Tanggamus di Kabupaten Lampung Barat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Sebanyak 18 ekor gajah liar dilaporkan sedang berada di jalur umum tersebut, memicu kekhawatiran akan potensi konflik. Situasi ini disampaikan oleh Sugeng Hari Kinaryo Adi, Pembina Satgas Konflik Gajah dan Manusia di wilayah tersebut.

Kawanan gajah yang merupakan penghuni hutan kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) ini telah terpantau di jalan umum Suoh Lampung Barat menuju Semaka Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Keberadaan mereka di jalur padat lalu lintas ini berpotensi membahayakan pengguna jalan. Peringatan ini dikeluarkan menyusul pergerakan gajah yang semakin mendekat ke area publik.

Sugeng Hari Kinaryo Adi secara spesifik mengimbau pengguna kendaraan roda dua maupun empat agar selalu berhati-hati saat melintasi area tersebut. “Untuk warga pengguna jalan Suoh-Tanggamus yang menggunakan kendaraan roda dua maupun empat untuk selalu waspada dan berhati-hati, karena rombongan gajah liar ini sedang berada di jalan,” ujarnya pada Sabtu (13/12). Kondisi ini menuntut perhatian serius dari seluruh pihak.

Kawanan gajah liar Suoh Tanggamus ini tidak hanya melintas di jalan, tetapi juga sering mendekati permukiman. Mereka diketahui merusak rumah warga yang berada di pinggiran kawasan hutan TNBBS. Interaksi ini menunjukkan adanya tekanan pada habitat alami gajah.

Tim satgas telah memantau pergerakan rombongan gajah ini secara intensif. Hasil pantauan menunjukkan bahwa gajah-gajah tersebut sudah memasuki area permukiman warga sejak satu minggu terakhir. Kondisi ini menyebabkan kekhawatiran di kalangan penduduk setempat.

Sugeng menambahkan bahwa keberadaan gajah liar ini telah menghampiri Pekon Roworejo, Kecamatan Suoh. Berdasarkan pantauan GPS pada salah satu gajah, rombongan tersebut terakhir terdeteksi di jalan pasir putih, simpang talang sapar. Lokasi ini berada di area perkebunan karet milik Haji Muhari.

Konflik antara gajah dan manusia di wilayah Suoh, Lampung Barat, telah menimbulkan dampak nyata terhadap fasilitas umum. Sebelumnya, pada Jumat (12/12), kawanan gajah liar tersebut masuk ke permukiman warga. Kejadian ini mengakibatkan kerusakan pada pemakaman umum di Pemangku Sinar Wayah, Pekon Roworejo.

Insiden perusakan pemakaman umum ini menjadi bukti konkret dari eskalasi konflik gajah liar Suoh Tanggamus. Hal ini menggarisbawahi pentingnya upaya mitigasi yang efektif. Masyarakat di sekitar TNBBS sering kali menjadi korban dari pergerakan gajah-gajah ini.

Pihak berwenang, termasuk Satgas Konflik Gajah dan Manusia, terus berupaya mencari solusi jangka panjang. Koordinasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko konflik dan melindungi baik manusia maupun satwa liar.

Edukasi kepada warga mengenai cara menghadapi gajah liar juga terus digalakkan. Langkah-langkah preventif seperti pengamanan permukiman dan kebun juga menjadi fokus. Diharapkan, dengan upaya bersama, konflik ini dapat diminimalisir.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi