Wapres Ma'ruf Nilai Wacana Penghapusan UN Harus Dikaji Secara Matang
Merdeka.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, memunculkan wacana akan menghapus ujian nasional (UN). Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, menilai wacana itu perlu dikaji mendalam jika benar ingin diberlakukan karena dalam pandangannya, UN sebagai salah stau bentuk untuk mengukur standarisasi kemampuan anak Indonesia.
"Itu harus dikaji, dikaji dulu seperti apa yang memang bisa. Kan itu tidak mudah, dulu sudah ditentukan lewat UN, itu tidak bisa dijadikan ukuran yang valid untuk semua daerah. Nah kita sekarang carilah itu," ungkap Ma'ruf di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Rabu (4/12).
Dia berharap ada solusi terbaik dari Nadiem untuk bisa memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. "Kita harapkan nanti melalui Mendikbud akan bisa ditemukan untuk mengganti daripada UN," ungkap Ma'ruf.
Penghapusan UN Masih Dikaji
Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, mengatakan pihaknya masih mengkaji rencana penghapusan Ujian Nasional (UN) untuk pelajar SD, SMP dan SMA. Dia meminta semua pihak menunggu hasil pembahasan.
"Sedang kami kaji, ditunggu kabarnya," ujar Nadiem saat ditemui di Kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (28/11).
Dia mengatakan, saat ini pihaknya tengah melaksanakan arahan Presiden Jokowi untuk melakukan link and match sistem pendidikan Indonesia. Hal tersebut dilakukan agar sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
"Arahan Presiden untuk ciptakan link and match antara sistem pendidikan kita dan apa yang dibutuhkan dunia industri dan lain lain. Untuk mencapai hal tersebut adalah deregulasi dan debirokratisasi dari semua instansi unit pendidikan makanya platformnya kita sebut merdeka belajar, merdeka untuk lembaga, guru, dan murid-mahasiswa, ini step pertama," jelasnya.
Menurutnya, pendidikan harus bertransformasi artinya tidak lagi hanya sekedar menghapal. Pemerintah sendiri ke depan akan melakukan penyederhanaan kurikulum.
"Dari situ harus adanya penyederhanaan dalam sisi kurikulum maupun assessment agar beralih ke kompetensi dan bukan menghafal informasi, merupakan perubahan akan tetap kan dan kita sempurnakan," jelasnya.
Nadiem menambahkan, pemerintah tidak hanya meningkatkan kualitas peserta didik tetapi juga kualitas guru sebagai pengajar. "Terpenting peningkatan kualitas SDM pendidik, baik vokasi maupun unit pendidik dalam SD SMA karena itu kunci dari fokus aktivitas kita dan mengarah pada pelatihan peningkatan dan penyederhanaan hidup seorang pendidik, bener fokus di situ," ucapnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya