Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq baru-baru ini meninjau langsung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Peninjauan ini berlangsung di SMA Negeri 1 Kota Bogor pada tanggal 3 November. Tujuannya adalah memastikan kesiapan teknis serta psikologis para murid.
Dalam kunjungan tersebut, Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq mengimbau seluruh peserta TKA untuk mengerjakan tes dengan jujur. Ia juga menekankan pentingnya sikap percaya diri dan ketenangan selama proses pengerjaan. Imbauan ini diberikan untuk ribuan pelajar yang mengikuti tes serentak.
Tes Kemampuan Akademik ini diselenggarakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia. Pelaksanaan TKA merupakan upaya pemerintah dalam membantu memetakan kemampuan akademik individu siswa. Hal ini dilakukan pasca dihapuskannya Ujian Nasional (UN).
Advertisement
Advertisement
Pesan Kejujuran dan Semangat Gembira dalam Tes Kemampuan Akademik
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq memberikan penekanan khusus kepada para peserta Tes Kemampuan Akademik (TKA) agar tidak perlu khawatir berlebihan. Ia juga meminta mereka untuk tidak panik saat menghadapi serangkaian soal. "Kami menekankan agar anak-anak tidak perlu khawatir berlebihan atau panik," ujar Fajar.
Fajar menjelaskan bahwa Tes Kemampuan Akademik ini bukan merupakan penentu kelulusan siswa. Sebaliknya, tes ini berfungsi sebagai latihan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dan mendalam. Prinsip utama yang ditekankan adalah menjalani tes dengan jujur dan gembira.
Lebih dari 3,5 juta pelajar dari jenjang SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah di seluruh Indonesia mengikuti Tes Kemampuan Akademik. Jumlah peserta yang besar ini menunjukkan skala upaya pemerintah dalam memetakan kompetensi. Ini menjadi langkah penting setelah Ujian Nasional tidak lagi diberlakukan.
Advertisement
Advertisement
Tes Kemampuan Akademik: Peta Mutu Pendidikan Berbasis Individu
Fajar Riza Ul Haq menyoroti pentingnya Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai peta mutu pendidikan berbasis individu. Data yang terkumpul dari pelaksanaan TKA akan menjadi bahan evaluasi krusial bagi pemerintah. Evaluasi ini bertujuan untuk memetakan kemampuan siswa di berbagai daerah secara lebih akurat.
"Selama ini kita sudah punya peta mutu berbasis sekolah dan wilayah, tapi belum ada yang memotret kemampuan individu muridnya," kata Fajar. Ia menambahkan, TKA memberikan gambaran tersebut tanpa adanya tekanan kelulusan. Manfaat yang diperoleh dari pemetaan ini sangat besar bagi pengembangan pendidikan.
Di SMAN 1 Bogor sendiri, sebanyak 357 murid kelas XII mengikuti Tes Kemampuan Akademik. Tes ini dibagi dalam dua gelombang dan berlangsung selama dua hari. Mata pelajaran wajib yang diujikan meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika, ditambah mata pelajaran pilihan sesuai peminatan siswa.
Advertisement
Advertisement
Persiapan Matang dan Dukungan Penuh di SMAN 1 Bogor
Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Bogor, Anwar Sanusi, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah persiapan. Persiapan ini dilakukan agar pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dapat berjalan lancar dan tertib. Sekolah berkomitmen penuh untuk mendukung kelancaran kegiatan ini.
"Kami sudah melakukan komunikasi dengan orang tua dan pemantapan khusus tiga hari terakhir," ujar Anwar. Ia juga menambahkan bahwa tes ini akan sangat membantu sekolah. TKA dapat memetakan kekuatan murid di tiap mata pelajaran. Ini juga menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan mutu pembelajaran di masa depan.
Pelaksanaan TKA di SMAN 1 Bogor berjalan sangat tertib, berkat dukungan penuh dari seluruh guru dan tenaga kependidikan. Kemendikdasmen kembali menegaskan bahwa hasil Tes Kemampuan Akademik tidak akan digunakan sebagai syarat kelulusan. Sebaliknya, ini adalah alat pemetaan kompetensi dan penguatan pembelajaran mendalam di tingkat menengah atas.
Advertisement
Sumber: AntaraNews