Wakapolri minta polisi jangan lagi pakai istilah Muslim Cyber Army

Jumat, 9 Maret 2018 18:30 Reporter : Nur Habibie
Wakapolri minta polisi jangan lagi pakai istilah Muslim Cyber Army Wakapolri Komjen Pol Syafruddin. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakapolri Komjen Pol Syafruddin menegaskan para pelaku pembuat berita bohong yang tergabung dalam Muslim Cyber Army (MCA) bukanlah representasi Umat Islam.

"Yang melakukan hatespeech atau hoaks itu adalah orang yang tidak bertanggung jawab bukan mencerminkan umat muslim," kata Syafruddin di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/3).

Oleh karena itu, dirinya meminta Polri tak lagi menyebut Muslim Cyber Army (MCA) sebagai penyebar berita bohong. Menurutnya seorang Muslim semestinya tidak menebar hoaks apalagi sampai membuat fitnah.

"Makanya saya perintahkan jajaran Polri untuk jangan lagi menyebut Muslim Cyber Army itu no. Karena kalau Muslim pasti tidak melakukan hal-hal yang tidak bertanggungjawab. Jadi itu penyesatan itu tidak boleh dan saya perintahkan untuk dihentikan," tegasnya.

Dirinya pun ingin agar seluruh media elektronik maupun cetak juga tak lagi menggunakan nama Muslim Cyber Army. Karena dirinya merasa terhina sebagai seorang muslim.

"Kan sudah kita bongkar dan akan terus dibongkar. Saya pesankan kepada media tidak lagi membuat judulnya Muslim saya tersinggung sebagai Muslim," tandasnya.

Seperti diketahui, Dittipid Siber Bareskrim Polri menangkap tujuh orang pelaku ujaran kebencian dan membuat berita bohong yakni Rizki Surya Dharma (35), Ramdani Saputra (39), Yuspiadin (24), Ronny sutrisno (40) dan Tara Arsih Wijayani (40), Bobby Gustiono. Tujuh orang tersebut tergabung dalam Muslim Cyber Army (MCA).

MCA sendiri ternyata mempunyai empat kelompok jaringan yang mempunyai kerja masing-masing kelompok tersebut. Pertama, kelompok The Family MCA yang mempunyai sembilan orang admin dalam group tersebut bertugas untuk merencanakan dan mempengaruhi member lain.

Yang kedua yaitu kelompok Cyber Moeslim Defeat Army yang memiliki 145 member, dalam kelompok tersebut bertugas untuk melakukan setting isu hoax yang akan diviralkan. Selanjutnya yaitu Kelompok Snipper yang mempunyai 177 member dalam kelompok itu bertugas untuk menyerang seseorang atau kelompok yang diduga lawan MCA. Dan yang terakhir yaitu MCA United yang merupakan grup terbuka bagi siapa yang memiliki visi-misi MCA. [ian]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini