Wadir Lantas: Pertemuan Dora dan Sutisna penuh kesedihan

Sabtu, 17 Desember 2016 19:02 Reporter : Lia Harahap, Ronald
Wadir Lantas: Pertemuan Dora dan Sutisna penuh kesedihan Ibu-ibu ngamuk ditilang polisi. ©2016 Facebook.com

Merdeka.com - Dora Natalia Singarimbun dan Aiptu Sutisna bertemu di Mapolda Metro Jaya pada Jumat (17/12). Dalam pertemuan itu, Dora meminta maaf langsung pada Sutisna atas tindakannya marah dan mencakar anggota Polantas itu.

"Sebenarnya mereka sudah datang dari pagi, cuma kita ada kegiatan launching di Daan Mogot. Kemudian siang saja. Baru jam dua kita bisa terima, saya dan Pak Dirlantas," kata Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Indra Jafar, kepada wartawan, Sabtu (17/12).

Dora datang bersama kedua orangtuanya yang khusus terbang dari Medan untuk menemaninya ke Mapolda Metro Jaya. Selain itu, ada juga suami Dora dan adiknya.

"Kita tanya, apa tujuan kedatangan. Ternyata mereka ada bapaknya ibunya kasihan sudah tua itu datang dari Medan. Tujuan mereka adalah meminta maaf dengan sedalam-dalamnya, tidak ada maksud ini dan sebagainya. Pokoknya ada acara sedih-sedihlah," katanya.

Ditambahkannya, sebagai manusia Sutisna pastinya sudah memaafkan Dora. Tak semata-mata menghentikan kasus hukum yang tengah berjalan. Apalagi, kata dia, Sutisna belum mencabut laporannya terhadap Dora.

"Dari faktor dan alasan kemanusiaan kan kenapa tidak, Allah saja maha pemaaf. Tetapi semua dituangkan dalam surat pernyataan mereka berdua, sehingga tidak saling menuntut dan sebagainya. Terkait proses hukum itu kan kewenangan penyidik. Dan bagaimana pribadi Pak Sutisna," jelasnya.

Diakuinya, Dora sempat menangis dan mencium tangan Sutisna dalam pertemuan itu. Dora sangat menyesal dengan kejadian itu. Bukan hanya Dora, Sutisna menjadikan peristiwa itu sebagai pelajaran.

"Ini banyak hikmahnya, memberikan pelajaran bagi anggota kita pentingnya kesabaran, walaupun capek, tetap harus sabar. Dan untuk pelaku, jangan sampai terulang lagi, juga untuk masyarakat yang lain. Apalagi polisi berdiri (bertugas) di jalan itu dilindungi undang-undang," jelasnya.

"Artinya polisi begitu sabar, tapi polisi manusia juga, jadi jangan perlakukan seperti itu. Kalau ada persoalan di rumah jangan dilampiaskan ke polisi. Ini untung polisinya baik. Jadi ini inisiatif mereka sendiri yang mau datang, minta maaf. Bahkan dari pagi datangnya," pungkasnya. [lia]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini