Viral Video Banjir Lereng Gunung Slamet Bawa Banyak Kayu di Kawasan Pantai Tegal, DLHK Jateng Masih Diteliti

Selain kayu, material lain seperti pipa-pipa air yang diduga berasal dari kawasan wisata Pemandian Air Panas Guci ikut terseret.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Viral Video Banjir Lereng Gunung Slamet Bawa Banyak Kayu di Kawasan Pantai Tegal, DLHK Jateng Masih Diteliti
Viral Video Banjir Lereng Gunung Slamet Bawa Banyak Kayu di Kawasan Pantai Tegal, DLHK Jateng Masih Diteliti (Merdeka.com)

Sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan kayu-kayu berserakan di tepi Pantai Larangan, kawasan pantai utara (Pantura) Tegal, Jawa Tengah. Kabar yang diunggah dalam akun Instagram @pemalang.update kayu berukuran besar itu diduga terbawa derasnya banjir bandang dari hulu sungai di kawasan kaki Gunung Slamet.

Selain kayu, material lain seperti pipa-pipa air yang diduga berasal dari kawasan wisata Pemandian Air Panas Guci, Kabupaten Tegal, ikut terseret dan menumpuk di lokasi tersebut.

Kepala DLHK Jateng, Widi Hartanto mengatakan, kayu-kayu yang ditemukan di pesisir Pantai Larangan didominasi jenis sengon. Dugaan sementara, kayu-kayu tersebut berasal dari hutan rakyat atau lahan panen sengon, bukan dari kawasan hutan lindung.

"Kami masih cek dengan Kementerian Kehutanan. Karena kalau melihat beberapa itu ada kayu sengon,” kata Widi, Rabu (28/1).

Sampai saat ini, pihaknya masih melakukan penelusuran terkait banyaknya kayu terdampak bencana banjir, apakah dari kawasan hutan lindung. Adapun temuan kayu yang berserakan berupa ranting dan pohon batang.

"Sejauh ini, ukuran kayu yang berserakan relatif kecil. Kami masih lihat apakah di situ ada pinus atau tidak, tapi identifikasi sementara kemarin memang belum ditemukan lahan yang kayu pinus," ungkapnya.

Isu Penebangan Liar

Viral Video Banjir Lereng Gunung Slamet Bawa Banyak Kayu di Kawasan Pantai Tegal, DLHK Jateng Masih Diteliti
Viral Video Banjir Lereng Gunung Slamet Bawa Banyak Kayu di Kawasan Pantai Tegal, DLHK Jateng Masih Diteliti istimewa

Terkait isu penebangan liar, Widi menyatakan belum menemukan indikasi yang mengarah pada pembalakan hutan. Bila nantinya ditemukan bukti pelanggaran, DLHK Jateng berkomitmen menindak tegas.

"Kami masih teliti. Tim dari Balai Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Kehutanan masih ke lapangan,” jelasnya.

Adapun soal alih fungsi lahan di lereng Gunung Slamet yang mencakup wilayah Banyumas, Purbalingga, Tegal, Pemalang, dan Brebes. Meski adanya perubahan tutupan lahan, namun faktor tersebut tidak bisa dilihat sebagai penyebab terjadinya banjir dan tanah longsor.

"Pemicunya hujan yang sangat ekstrem di puncak lereng Gunung Slamet. Ada yang tutupan lahannya kurang, ada yang lerengannya sangat tajam," tandasnya.

Rekomendasi