Viral Pelecehan di Angkot Sukabumi, Pelaku Sempat Acungkan Senjata Tajam

Kejadian tersebut berlangsung di Jalan Raya Siliwangi yang terletak di Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Lia Harahap
Oleh Lia Harahap - Reporter
Viral Pelecehan di Angkot Sukabumi, Pelaku Sempat Acungkan Senjata Tajam
Ilustrasi kekerasan pada anak. Sumber: Istimewa (© 2026 Liputan6.com)

Insiden yang menegangkan terjadi di Jalan Raya Siliwangi, Cicurug, Kabupaten Sukabumi, yang menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, seorang pria terlihat mengamuk sambil mengacungkan senjata tajam setelah terungkapnya aksi pelecehan seksual yang dilakukannya terhadap seorang penumpang wanita. Peristiwa ini dimulai ketika korban, IL (24 tahun), naik angkot trayek 09 yang menuju Cibadak-Cicurug untuk berangkat kerja pada Rabu pagi (11 Maret 2026).

IL menceritakan bagaimana pelaku dengan gigih mengincarnya. Meskipun ia berusaha untuk menghindar dengan berpindah tempat duduk, pelaku tetap membuntutinya di dalam angkot yang sempit.

"Posisinya waktu kejadian tadinya berhadapan, saya duduk di dekat pintu angkot terus saya pindah ke belakang. Ternyata kakek itu ngikutin saya ke belakang. Saya sebelah kiri duduknya, waktu pindah ke belakang ngikutin juga. Saya nggak kenal sama sekali," ungkap IL saat ditemui pada Kamis (12/3).

Ketegangan meningkat ketika korban meminta bantuan dari teman-temannya untuk menghadang pelaku di kawasan Cicurug. Korban merasa harga dirinya terinjak karena dipotret secara sembunyi-sembunyi oleh pelaku, sehingga ia menuntut agar foto tersebut dihapus. Alih-alih merasa bersalah, pelaku malah mengeluarkan senjata tajam dan menyerang secara membabi buta.

"Aku nggak minta tolong sama sopir karena sebelumnya sudah ditegur keras, tapi kakek-kakek itu (tetap berulah). Sopir angkot itu dia cuma nengok doang ke belakang, nggak negur sama sekali," ungkap IL, menggambarkan kurangnya bantuan dari pengemudi angkutan.

Pelaku yang terdesak kemudian melakukan tindakan nekat dengan menyerang korban dan teman-temannya menggunakan senjata tajam jenis kapak. Untungnya, aksi tersebut terekam oleh kamera ponsel korban, yang menjadi bukti kuat untuk laporan lebih lanjut. Insiden ini menjadi pengingat yang sangat penting bagi pengguna transportasi publik, terutama wanita, untuk selalu waspada. Korban berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi sopir angkot agar tidak membiarkan tindakan kriminal terjadi di dalam kendaraan mereka.

"Harapan saya, waspada saja terhadap oknum kejahatan maupun pelecehan. Sopir angkot juga harus bersikap tegas, maupun kalau misalkan ada penumpang laki-laki itu dipisahkan saja dari perempuan," tutupnya.

Rekomendasi