Viral Pegawai SPBU di Cipinang Diduga Ditampar Polisi hingga Gigi Copot, Polda Metro Bereaksi

Polda Metro juga menelusuri sosok terduga pelaku yang disebut sebagai anggota Kepolisian.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Viral Pegawai SPBU di Cipinang Diduga Ditampar Polisi hingga Gigi Copot, Polda Metro Bereaksi
Viral Pegawai SPBU di Cipinang Diduga Ditampar Polisi hingga Gigi Copot, Polda Metro Bereaksi (Merdeka.com)

Beredar di media sosial tiga pegawai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 3413901 di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim) mengalami penganiayaan diduga oleh anggota Kepolisian. Insiden itu terjadi Minggu (22/2) sekira pukul 22.00.

Merespons hal tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, Polres Jakarta Timur bersama Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih mendalaminya. Polda Metro juga menelusuri sosok terduga pelaku yang disebut sebagai anggota Kepolisian.

"Polres Jaktim dan Ditreskrimum PMJ sedang mendalami kejadian tersebut dan orang yang mengaku aparat," kata dia dalam keterangannya, Selasa (24/2).

Terpisah, Kabid Propam Polda Metro Jaya Kombes Radjo Alriadi Harahap menyebut pihaknya juga ikut turun.

"Masih kami dalami dengan Reskrim Polrestro Jaktim terhadap pelaku pemukulan dimaksud," kata dia saat dikonfirmasi, Selasa (24/2).

Terkait kehadiran Propam guna memastikan yang bersangkutan benar anggota atau hanya mengaku-ngaku semata, Radjo. "Betul sekali," ucap dia.

Sebelumnya, tiga pegawai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 3413901 di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim) diduga dianiaya seorang aparat. Peristiwa itu terjadi Minggu (22/2) malam pukul 22.00.

Tiga pegawai yang dianiaya yakni Ahmad Khoirul Anam bekerja lima tahun sebagai staf, Lukmanul Hakim operator bekerja setelah lulus SMK dan Abud Mahmudin operator yang sudah empat tahun bekerja.

Aparat tersebut menampar pipi Khoirul Anam. Sementara Lukman dipukul di rahang sebelah kanan. Sedangkan Abud dipukul di bawah mata dan di pipi dekat mulut hingga giginya copot.

Pemilik SPBU 3413901 Ernesta langsung melaporkan kejadian penganiayaan terhadap pegawainya ke Polsek Pulogadung. Pihak Propam juga sempat mendatangi lokasi.

"Kami sudah laporkan juga ke Polsek Pulo Gadung seberang SPBU, dan pegawai-pegawai saya yang luka-luka juga sudah divisum," kata Ernesta. Seperti dikutip dari Antara, Selasa (24/2).

Dia juga mengakui kejadian itu membuatnya trauma dan khawatir karena pelaku bisa saja datang kembali. Pelaku sempat menyebut dirinya memiliki jabatan tinggi, sehingga membuat para operator merasa terintimidasi.

"Takutnya dia datang lagi nyari saya. Dia sempat manggil-manggil nama saya. Kita hanya orang biasa. Takutnya dia balik lagi bawa backing-an. Jadi, masih khawatir," ucap Lukman.

Tak hanya Lukman, dua operator lain yang turut menjadi korban penganiayaan, yakni Ahmad Khoirul Anam dan Abud Mahmudin juga memilih beristirahat di rumah masing-masing. Meski tidak menjalani perawatan di rumah sakit. Namun keduanya shock pascainsiden tersebut.

Abud juga menceritakan penganiayaan yang dia alami. Pukulan pelaku di bagian pipi membuat giginya patah.

"Gigi saya patah jadi setengah doang, tidak rata. Berdarah karena sarafnya kena pas dihajar bagian pipi," kata Abud.

Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti awal mula keributan yang terjadi di lokasi kerjanya. Saat peristiwa itu berlangsung, dia hanya berniat melihat situasi karena mendengar kegaduhan di area depan SPBU.

"Saya tidak tahu awalnya gimana. Niatnya cuma mau tahu aaja, kayak kepo doang karena ada kerusuhan. Namanya juga di lingkungan kerja," ujar Abud.

Saat itu rekannya lebih dulu terlibat cekcok dan sempat ditampar oleh pelaku. Melihat rekannya dipukul, Abud refleks mendekat. Namun, dia mengaku tidak ikut berbicara ataupun terlibat dalam perdebatan.

"Saya cuma lihat doang, tidak ngomong sama sekali. Tapi malah saya yang ditandain," ucap Abud.

Dia menyebutkan pelaku sempat menunjuk-nunjuk ke arahnya sebelum melayangkan pukulan. Pukulan pertama mengenai bagian mata hingga membuatnya pusing dan kebingungan.

"Pertama kena di mata, ditonjok. Saya agak pusing juga," ujar Abud.

Tak berhenti di situ, pelaku kembali menghampirinya dan memukul bagian pipi serta area atas belakang telinga. Pukulan tersebut berdampak serius pada bagian mulut korban.

"Semakin sakit, apalagi gigi saya sampai patah," ucap Abud.

Akibat luka tersebut, dia mengaku kesulitan makan dan berbicara. Bahkan saat berbuka puasa, dia merasakan nyeri yang cukup mengganggu.

"Susah makan. Buka puasa juga susah. Ngomong saja masih ngilu," kata Abud.

Sehari setelah penganiayaan itu, para pegawai sempat tak berani masuk kerja karena takut masih diincar pelaku.

"Iya, sempat libur karena takutnya pelaku ini datang lagi ke lokasi, mungkin masih emosi," kata Lukman.

Dia pun mengaku sudah menjalani visum pada Senin (22/2) sekitar pukul 14.00 WIB di RS Polri Kramat Jati. Setelah divisum, dia pergi ke rumah sakit lain untuk menjalani perawatan medis.

Peristiwa tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan pekerja SPBU yang sehari-hari bertugas melayani masyarakat secara langsung. Para korban berharap ada jaminan keamanan agar mereka dapat kembali bekerja tanpa rasa takut.

Rekomendasi